Taman Purbakala Pugung Raharjo - Indonesia Di Zaman Purba

In Lampung
source:kekunaan.blogspot.com
source:www.memobee.com
source:kekunaan.blogspot.com
source:www.memobee.com
source:kekunaan.blogspot.com
Written by Benedictus Bina Naratama Posted 13th August 2013, 12:00am
Rate this article 

Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah Indonesia, tidak ada salahnya jika mengunjungi taman purbakala yang satu ini. Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan situs arkeologi bekas peninggalan Zaman Megalitik-Klasik Indonesia dengan luas 30 hektar. Di taman purbakala ini Anda akan menemukan berbagai macam benda-benda bersejarah yang menarik untuk dijelajahi.

Letak dari Taman Purbakala Pugung Raharjo tidaklah sulit untuk dicapai. Hanya berjarak sekitar 52 kilometer ke arah timur dari Kota Bandar Lampung, tepatnya di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Selama perjalanan menuju lokasi, Anda akan ditemani oleh hamparan perkebunan karet yang sangat luas. Sebelum ditemukan, Taman Purbakala Pugung Raharjo dahulu dianggap sebagai hutan angker oleh penduduk sekitar. Namun, pada tahun 1954, taman purbakala ini ditemukan secara tidak sengaja oleh para transmigran dari Pulau Jawa yang akan membuka Hutan Pugung sebagai lahan pemungkiman.

Tidak mengherankan bila Anda akan menikmati suasana yang nyaman dan udara sejuk, sebab Taman Purbakala Pugung Raharjo ini dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun dan berada di ketinggian 80 meter di atas permuakaan air laut. Jika Anda berjalan ke arah timur, Anda akan mendapati sebuah kolam air peninggalan Zaman Megalitikum yang konon dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan menjadi obat awet muda jika mandi dengan air kolam tersebut.

Terdapat banyak koleksi benda-benda bersejarah Zaman Megalitik lainnya di taman purbakala ini, seperti dua buah benteng yang terbuat dari gundukan tanah setinggi 2-3 meter dengan panjang yang berbeda-beda. Benteng yang berada di sebelah timur situs berukuran 1.200 meter, sedangkan benteng di sisi barat hanya 300 meter. Kedua benteng tersebut dahulu digunakan untuk berlindung dari hewan buas dan musuh. Oleh karena itu, terdapat pula parit sepanjang 1,2 kilometer di sekeliling situs. Kebanyakan dari peninggalan Zaman Megalitik bukanlah berbentuk tulisan, sebab pada zaman itu, nenek moyang kita belum mengenal tulisan.

Barulah pada Zaman Klasik, nenek moyang kita mengenal tulisan. Benda-benda peninggalan Zaman Klasik antara lain berupa arca, prasasti, keramik lokal maupun asing, seperti keramik-keramik China kuno yang berasal dari Dinasti Han, Yuan, dan Ming. Selain itu, Anda dapat juga melihat sebuah Arca Polynesia yang terdapat di museum.

Satu hal yang tak boleh terlewatkan dari Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah punden berundaknya yang terlihat seperti piramida. Terdapat 13 buah punden berundak yang terbuat dari gundukan tanah yang dilengkapi dengan batu disekitarnya yang berfungsi sebagai tangga dan pembatas. Punden berundak ini disusun menjadi 3 bagian, yakni bawah, tengah, dan puncak.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!