Suasana Mistis Gua Batu Hapu

In Kalimantan Selatan
source:http://zainalhakimmsc.blogspot.com
Written by Nena Nikita Posted 13th December 2013, 12:00am
Rate this article 

Berlokasi di Desa Batu Hapu, Kecamatan Matungun, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Gua Batu Hapu memang menyimpan sejuta nuansa mistis di balik keindahannya. Bahkan, ada sebuah legenda terkenal terkait tempat wisata yang satu ini. Konon ada seorang wanita bernama Nini Kudampai, ia memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Angui. Ketika masih remaja, ada saudagar kaya yang ingin mengajak Angui merantau ke Negeri Keling dan menjadikannya sebagai anak asuh. Daripada hidup terus menderita, akhirnya Sang Ibu merelakan kepergian anaknya. Di sana, Angui menjadi seorang yang kaya dan berhasil mempersunting puteri Raja Keling. Suatu hari, Angui menyiapkan armada kapal untuk mengunjungi kembali kampung halamannya bersama sang istri. Setibanya di sana, Angui justru mengusir ibunya lantaran malu karena ibunya berpenampilan seperti gembel. Akhirnya Angui pun dikutuk, dan dia bersama kapalnya berubah menjadi batu.

Untuk dapat mencapai tempat ini, Anda membutuhkan waktu sedikitnya 3 jam atau sekitar 154 km dari Banjarmasin. Dalam perjalanan menuju ke tempat ini, Anda akan melewati Martapura yang terkenal dengan batu intannya. Sesampainya di Pasar Binuang, perjalanan akan dilanjutkan lagi sepanjang 16 km. Menariknya, di sini wisatawan bisa menikmati keindahalan panorama alam pegunungan dan pedesaan ketika sedang melakukan perjalanan. Karena lokasinya yang berada di gunung, maka disarankan para pendaki yang sudah terbiasa saja yang boleh melakukan perjalanan ini. Jika sudah melihat tangga kecil menapak ke atas, berarti Anda sudah dekat dengan Gua Batu Hapu.

Begitu mendekat, Anda akan disambut oleh mulut gua yang sangat besar. Ketika masuk ke dalamnya, Anda akan melihat stalagtit dan stalagmit di bagian atas dan bagian bawah gua, membentuk satu uraian warna dinding gua yang abu-abu berkilauan jika tertimpa cahaya. Nuansa alaminya akan lebih terasa saat stalagtit meneteskan air yang cukup dingin diiringi dengan kepakan sayap kelelawar yang keluar masuk. Ya, banyak sekali kelelawar berbagai ukuran yang berkembang biak di gua ini.

Gua karst yang satu ini tampaknya memang telah mendapatkan banyak kunjungan, terbukti dari adanya coretan tangan manusia di beberapa dinding gua. Namun, coretan-coretan itu tidak lantas merusak keindahan yang ditawarkan, pasalnya Anda bisa mencari celah miring untuk dapat memanjat ke atas gua dan menikmati pemandangan hamparan gunung yang disuguhkan. Di sinilah, semua pengunjung dapat menghasilkan koleksi foto yang bagus.

Bicara soal tempat menginap di sekitar gua yang sudah mendapat perhatian dari pemerintah daerah ini, Anda tidak perlu khawatir. Di sini, banyak sekali warga setempat yang menyewakan penginapan lengkap dengan makanannya juga.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!