Suaka Margasatwa Sungai Lamandau - Ekosistem yang Dilindungi

In Kalimantan Tengah
source:http://bksda-skw2.blogspot.com
source:http://www.wikipedia.com
Written by Nena Nikita Posted 30th December 2013, 12:00am
Rate this article 

Kalimantan Tengah merupakan surga bagi hutan hujan tropis, dan salah satu yang populer adalah Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Berlokasi di Palangkaraya, Suaka Margasatwa ini meliputi 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara. Tak heran, jika luasnya mencapai 56.584 hektar.

Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan bisa menggunakan pesawat menuju Bandara Palangkaraya atau menggunakan jalur laut ke Pelabuhan Kumai yang berjarak 40 menit dari Bandara Palangkaraya. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Pangkalan Bun dengan jalur darat selama 12 jam menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan, kemudian dilanjutkan dengan speedboat menuju lokasi ini selama sekitar 45 menit.

Hutan belantara yang berada pada ketinggian 0 hingga 100 meter dpl ini ditetapkan oleh pemerintah sebagai suaka margasatwa yang tidak boleh dieksploitasi pada tahun 1998, mengingat tipe hutannya yang merupakan dataran rendah yang berawa dan memiliki ekosistem air tawar.

Kawasan hutan lindung ini berfungsi sebagai penyedia air bersih bagi puluhan anak sungai melalui kantong-kantong air di beberapa titik, penjaga keseimbangan iklim, proteksi tanah, hingga pereduksi polusi udara. Kawasan ini juga dinilai mampu menjaga habitat beberapa satwa langka yang dilindungi. Suaka Marga Satwa Lamandau pernah menjadi lokasi pelepasan lebih dari 500 orangutan yang dikarantina di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) sejak tahun 1998.

Jika berminat untuk masuk ke sini, maka Anda perlu mengantongi izin khusus untuk ekowisata secara terbatas. Sambil menyusuri sungainya yang berkelok-kelok, Anda akan menyaksikan sendiri kekayaan alam yang disuguhkan oleh hutan satu ini. Beberapa fauna yang bisa ditemui di sini di antaranya adalah orangutan, beruang madu, bekantan, owa-owa, burung raja udang, hingga burung cucak rowo. Untuk floranya di antaranya adalah pohon meranti, pohon ulin, pohon tumih, dan ratusan spesies tumbuhan lainnya. Anda tidak hanya akan melihat hijaunya alam Lamandau, tetapi juga merasakan aroma segar kayu, tanah, dan daun yang menyajikan panorama alami. Belum lagi kicauan burung dan suara beberapa satwa yang memiliki habitat di sini semakin menambah keeksotisan hutan tropis. Saat ini, masyarakat sekitar tetap boleh memanfaatkan kekayaan alam sekitar namun secara terbatas. Mereka boleh memancing dan menyadap getah pohon di bawah pengawasan ketat polisi kehutanan.

Jika tertarik untuk bergabung menjaga kelestarian Suaka Margasatwa Lamandau, Anda bisa bergabung dengan beberapa LSM yang memfokuskan kegiatannya disini, seperti Friends of The National Park Foundation (FNPF) atau Orangutan Foundation.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!