Pura Tirta Empul - Saksi Bisu Sejarah Bali

In Bali
source:balitrekkingtour.com
source:balitourandhotel.com
source:commons.wikimedia.org
Written by Rendyadi Amnar Posted 24th September 2013, 12:00am
Rate this article 

Bali tak hanya memiliki pantai. Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki daya pikat wisata yang tinggi dikarenakan oleh kebudayaannya yang masih terjaga hingga saat ini dan memiliki sejarah yang juga menarik untuk disimak. Salah satu rekomendasi wisata sejarah yang dapat Anda kunjungi di Bali adalah Pura Tirta Empul, atau juga dikenal dengan nama Pura Tampaksiring.

Pura Tirta Empul yang terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu peninggalan sejarah kerajaan di Bali. Tempat ini mungkin dapat menjadi pilihan Anda sebagai salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan.

Salah satu titik terunik dari pura ini adalah mata air suci yang digunakan oleh umat Hindu sebagai tempat untuk "Melukat" atau memurnikan fisik maupun spiritual. Mata air Pura Tirta Empul yang mengucur deras ke dalam kolam pemandian merupakan mata air yang bersumber dari Sungai Pakerisan. "Tirta empul" sendiri memiliki arti air suci yang menyembur dari tanah. Mengapa dinamakan demikian, karena memang air yang mengucur deras di sini dipercaya memiliki kekuatan magis. Namun sebelum memasuki area pemandian, umat Hindu biasanya melakukan sembahyang dan prosesi sesajian terlebih dahulu. Kolam pemandian di pura ini memiliki 30 buah pancuran yang tersusun secara berderet yang memiliki namanya masing ? masing, salah satu nama-namanya adalah Pancuran Pengelukatan, Pebersihan dan Sudamala.

Kolam pemandian terletak pada bagian Jaba Tengah dari pura. Tentu saja sama halnya dengan pura pada umumnya, Pura Tirta Empul juga memiliki 3 bagian, yaitu Jaba Pura atau halaman muka, Jaba Tengah atau halaman tengah, dan Jeroan atau halaman dalam.

Berdasarkan data-data yang ada, pemandian Tirta empul dibangun pada sekitar tahun 962 masehi, yaitu pada zaman pemerintahan Raja Shri Candrabhaya Singha Warmadewa. Sementara puranya sendiri baru dibangun setelahnya, yaitu pada masa pemerintahan Raja Masula Masuli, yakni sekitar tahun 1178 Masehi.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!