Pulau Biak Numfor - Mutiara Terpendam Di Tanah Papua

In Papua
Written by Aditya Tri Hutama Posted 25th May 2015, 2:24pm
Rate this article 

Menjadi pulau terbesar dari sebagaian gugusan pulau-pulau kecil yang yang ada di kawasan pesisir utara Pulau Papua menjadikan Pulau Biak sangat menonjol diantara pulau kecil lainnya. Pernah menjadi tempat transit untuk penerbangan Internasiola Jakarta-Biak-Honolulu-Los Angeles menjadikan Pulau Biak naik status sosialnya. Yang dulunya bukan pulau apa-apa menjadi sebuah pulau yang padat akan turis-turis asing di decade sebelum 1997an. Dan akibat krisis moneter yang terjadi di tahun 1997, Pulau Biak menjadi mati suri tidak berdaya akibat terjangan krisis tersebut.

Seolah ingin bangkit dari keterpurukan di era 1997, Pulau Biak sudah banyak berbenah menyambut tamu-tamu spesialnya kembali. Sudah banyak tempat wisata yang ramai dengan kunjungan turis lokal dan mancanegaranya. Tak pelak anggapan lama yang menganggap pulau ini mati suri sudah berubah 180 derajat saat ini. Menjadi rumah bagi para ikan paus dan terumbu karangnya yang sangat fantastis menjadikan Pulau Biak menjadi salah satu destinasi populer selain Kepulauan Raja Ampat dan Bunaken. Ketiganya seoalah saling berlomba untuk menarik minat para wisatawan yang ingin berkunjung ke salah satu spot terbaik di dunia tersebut.

Wisata bahari, wisata alam dan wisata bersejarah tersaji rapi di Pulau Biak ini. Wisata bahari sudah jelas menjadi jujukan utama para turis asing dan lokal untuk melakukan penyelaman bawah laut. Dengan keindahan terumbu karang dan eksosistem atolnya yang masih terjaga menjadikan ekosistem laut dan biota yang ada di sini terlihat alami dan sangat cantik. Inilah yang dicari oleh para penyuka dan penikmat wisata bahari bawah laut. Apalagi di tempat ini menjadi rumah bagi beberapa spesies ikan hiu yang setiap saat bisa ditemui di kawasan Pulau Biak. Keseruan berenang bersama ini juga menjadi tantangan adrenalin bagi para penyelam yang ada disini.

Wisata sejarah yang ada di Pulau Biak juga tidak kalah hebohnya, ada sebuah spot peninggalan Perang Dunia Ke II yang masih berdiri tegak di pulau ini. Monumen Perang Dunia ke II ini menjadi tujuan wisata bersejarah yang luar biasa bagi para turis-turis berkebangsaan Jepang. Setiap tahunnya diadakan upacara mengenang para tentara Jepang yang tewas pada saat Perang Dunia ke II di Perang Pasifik. Upacara mengenang masa perang ini  menjadi daya tarik tersendiri dengan berdirinya monumen Perang Pasifik di Pulau Biak. Setelah puas melihat-lihat monumen ini, Anda bisa berpaling mengunjungi taman anggrek dan taman burung di Distrik Biak Timur.

Di taman anggrek dan taman burung ini, Anda bisa melihat kurang lebih 60 spesies anggrek yang meliputi 1500 tanaman anggrek termasuk di dalamnya anggrek endemik Papua yakni anggrek hitam, kribo dan anggrek raja. Selain itu di sela-sela melihat anggrek sempatkan pula melihat burung-burung yang ada di sekitarnya ada burung cenderawasih, kakak tua hitam, kasuari, mambruk dan nuri siap menyambut kedatangan Anda semua. Lengkap rasanya semua jenis wisata tersaji rapi di Pulau Biak Numfor ini, rugilah jika Anda traveler dan backpacker tidak mengunjungi destinasi istimewa ini.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!