Pekuburan Terbuka Masyarakat Trunyan - Bali

In Bali
source:www.flickr.com
source:panoramia.com
source:en.wikigogo.com
Written by Sekar Ayu Melati Posted 1st August 2013, 2:16am
Rate this article 

Bali! Apa yang pertama muncul di pikiran Anda saat mendengar kata itu? Tentu bayangan akan pantai-pantai indah di Pulau Dewata ini segera menari-nari di benak Anda. Memang benar bahwa Bali terkenal dengan pantainya yang indah. Namun, Bali bukan hanya sekedar pantai yang cantik.

Bali menyimpan banyak harta budaya yang unik. Jika Anda penasaran dengan keunikan tersembunyi Bali, pergilah ke Pulau Trunyan. Terletak di desa pinggiran Danau Batur, Desa Trunyan merupakan bagian dari kawasan wisata Kintamani.

Tradisi unik warga Trunyan

Mepasah, bahasa Bali untuk penguburan terbuka, adalah tradisi masyarakat Trunyan. Biasanya, kita mengubur seseorang yang telah meninggal di dalam galian tanah atau membakarnya seperti dalam tradisi ngaben. Lain halnya dengan masyarakat Trunyan.

Penguburan terbuka masyarakat Trunyan berarti jenazah diletakkan di tanah terbuka yang terpisah dari desa. Tanah area kuburan disebut Sema. Untuk mencapainya, warga harus menggunakan perahu.

Pohon Taru Menyan

Tidak perlu khawatir akan jenazah yang mengalami pembusukan yang menyebarkan bau tidak enak. Di tanah area kuburan, tumbuh pohon yang bernama Taru Menyan. Konon, Taru Menyan mengeluarkan wewangian yang menghapus bau busuk jenazah. Keunikan inilah yang memungkinkan Mepasah untuk dilakukan.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!