Pangkalan Bun - Wisata Mengelilingi Sungai Arut

In Kalimantan Tengah
source:http://wisatakobar.blogspot.com
source:http://imstuff-it.blogspot.com
source:http://imstuff-it.blogspot.com
source:http://www.flemmingbojensen.com
Written by Nena Nikita Posted 16th January 2014, 12:00am
Rate this article 

Bagi Anda yang berencana untuk mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting, tak ada salahnya untuk merencanakan juga berwisata ke Pangkalan Bun. Sebab, kota yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat ini pasti akan Anda lewati sebelum menuju ke Tanjung Puting.

Kota yang berada di sepanjang Sungai Arut ini dulunya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutaringin pada abad ke-18, yakni Sultan Imanudin. Pangkalan Bun dipilih sebagai pengalihan dari Kotawaringin Lama. Kesultanan Kutaringin ini berada di bawah Kerajaan Banjar yang juga di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit di Jawa. Kini, Pangkalan Bun menjadi kota pemutar roda perekonomian melalui aktivitas logistik yang dilakukan perusahaan perkebunan yang menjadikannya sebagai penghubung logistik.

Karena kondisi geografisnya yang terletak di sepanjang sungai, maka Anda bisa berkeliling menggunakan perahu getek atau perahu motor milik penduduk lokal. Sambil berkeliling di Sungai Arut, Anda akan menyaksikan sendiri rumah penduduk tradisional dari kayu, hijaunya pepohonan yang rindang, perkampungan Cina yang menghadap sungai, muara ke Pantai Kubu dan Pantai Tanjung Penghujan, hingga menyaksikan aktivitas yang dilakukan masyarakat sekitar. Sambil berlayar, sesekali Anda bisa meminta tolong kepada petugas perahu untuk berhenti di titik-titik tertentu yang Anda anggap indah pemandangannya dan berfoto sepuasnya.

Bukan hanya wisata mengelilingi Sungai Arut saja yang dapat Anda lakukan, tapi di Pangkalan Bun juga terdapat The Orangutan Care Center Quarantine (OCCQ) seluas 100 hektar yang didirikan oleh DR. Birute Galdinas pada tahun 1973. Tak hanya itu, terdapat pula Istana Kuning yang menyimpan sejuta nilai historis Kerajaan Kutai. Bagi Anda yang suka dengan wisata alam, di sini Anda bisa mampir ke Air Terjun Patih Mambang.

Untuk menuju ke Pangkalan Bun, wisatawan bisa mencoba jalur udara dengan penerbangan harian dari Trigana Air, Kalstar Aviation, dan Aviastar menuju ke Bandara Iskandar. Jalur laut bisa diakses melalui Jawa menuju pelabuhan Kumai menggunakan kapal kargo, pelni, schooner madura, dan phinisi bugis. Jangan khawatir menggunakan mobil sendiri, sebab infrastruktur jalan dan jembatan yang dilalui sudah cukup bagus.

Bicara soal akomodasi, banyak tersedia hotel dan penginapan di kota ini mulai dari yang sederhana hingga yang sedikit mewah. Jika Anda kembali pulang, jangan lupa untuk membawa batu kecubung sebagai oleh-oleh bagi kerabat dan keluarga, khas kota berslogan MANIS (Minat, Aman, Nikmat, Indah, Segar) ini. Konon katanya, mereka yang sudah meminum air dari Sungai Arut, pasti akan kembali ke Pangkalan Bun.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!