Nyaru Menteng - Konservasi Alam Bagi Bayi Orangutan

In Kalimantan Tengah
source:http://rinarp04.wordpress.com
source:http://www.christian.se
source:http://www.orangutan.or.id
Written by Nena Nikita Posted 18th January 2014, 12:00am
Rate this article 

Kalimantan Tengah memang merupakan hunian terbesar untuk kelompok orangutan. Salah satu lokasi untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan luar setelah mengalami masa karantina adalah Nyaru Menteng. Istilah Nyaru Menteng dalam bahasa Dayak berarti ?gGagah berani?h. Tak heran, jika semua Orangutan di sini terlatih untuk menjadi gagah berani dalam menjalani hidup di alam bebas nantinya.

Pusat rehabilitasi satu ini berlokasi di Desa Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Lokasinya berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat kota, tepatnya di dekat kawasan Danau Tahai. Akses ke Nyaru Menteng tergolong mudah, Anda bisa menggunakan mobil, motor, atau pun angkutan umum! Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan dari Jalan Tjilik Riwut akan memakan waktu sekitar 30 menit dengan kondisi jalanan yang bagus.

Sebagian besar orangutan yang hidup di wilayah reintroduksi adalah orangutan yang masih bayi, yatim atau piatu, dan jumlahnya mencapai 600 ekor. Mereka didapatkan dari tempat penangkaran ilegal akibat aksi oknum yang tidak bertanggung jawab. Di sinilah bayi-bayi itu diajarkan untuk dapat bertahan hidup di alam liar. Pusat konservasi ini memiliki fasilitas pemeliharaan orangutan yang lengkap, mulai dari kandang, kendaraan, klinik, hingga ratusan staff yang menyayangi mereka, memberi makan, memandikan, dan merawat bayi-bayi itu dengan baik. Karena ditujukan untuk melatih bayi orangutan, terdapat juga hutan untuk melepaskan mereka yang dianggap sudah mampu dan cukup umur. Tak hanya itu, mereka juga diklasifikasikan menurut ukuran tubuh dan usianya untuk diletakkan di lokasi yang berbeda. Lokasi ini berupa pulau buatan yang ada di tengah Sungai Rungan. Di pulau-pulau ini mereka bisa belajar sendiri bagaimana caranya untuk hidup di alam liar.

Jika Anda tertarik untuk melihat, maka Anda bisa menempuh perjalanan darat sejauh 8 kilometer menuju viewpoint pulau ini. Anda akan melihat bagaimana mereka mencari makanan sendiri dan beinteraksi dengan sesama. Tentu, hal itu merupakan pemandangan yang menarik hingga beberapa media internasional pernah mendokumentasikan kegiatan rehabilitasi yang berlangsung di sini.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!