Museum Mulawarman - Saksi Bisu Kerajaan Kutai Kartanegara

In Kalimantan Timur
source:indonesiakaya.com
source:rizkykertanegara.wordpress.com
source:commons.wikimedia.org
Written by Riyan Adiyahasya Posted 14th September 2013, 4:05am
Rate this article 

Kali ini kita akan melihat sebuah museum yang menjadi saksi bisu dari catatan sejarah salah satu kerajaan tertua di Indonesia, yaitu Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan tersebut merupakan salah satu kerajaan di Kalimantan Timur yang memiliki sejarah yang paling panjang, kejayaan dan kedigyaannya mengisi lorong waktu hingga berabad-abad. Nama museum yang menyimpan sejarah penting ini adalah Museum Mulawarman.

Awalnya museum ini merupakan bangunan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang didirikan pada tahun 1932 oleh Belanda yang menyerahkan Keraton kepada Sultan Adji Muhammad Parikesit pada tahun 1935. Museum Mulawarman juga telah mengalami renovasi besar setelah musibah kebakaran yang menimpa. Setelah mengalami perbaikan, bangunan bergaya kolonial ini diresmikan tanggal 25 November 1971. Kini Museum Mulawarman menjadi salah satu primadona wisata di Kutai Kartanegara.

Museum Mulawarman terletak di Jalan Diponegoro, Tenggaron, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Museum yang memiliki luas 2.270 meter persegi ini menyimpan benda-benda bersejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti meriam, keris, singgahsana, tempat peraduan, dan berbagai koleksi istana yang bernilai tinggi. Selain itu, di samping kanan istana pun Anda bisa melihat makam raja beserta keluarga. Tak jauh dari pemakaman, terdapat juga toko-toko souvenir dan kios yang menjual aneka makanan dan minuman.

Koleksi lainnya yang lebih unik seperti koleksi hasil tenunan dari Suku Daya Benuaq yang dikenal dengan nama ulap doyo lengkap dengan alat tenun tradisionalnya. Ada pula koleksi ukiran-ukiran khas dari suku Dayak Kenyah, Benuaq, Busang, Modang, Punan dan etnis Dayak lainnya. Selain itu, terdapat juga koleksi uang kuno yang pernah beredar pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Jepang hingga Indonesia merdeka. Sedangkan di ruang bawah tanah, ada ratusan koleksi keramik kuno buatan dari China, Thailand, Vietnam, Jepang, Eropa dan masih banyak lagi koleksi lainnya.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!