Menjelajahi Perut Bumi di Gua Jomblang

In Yogyakarta
source:1001malam.com
source:1001malam.com
source:lovejogjaandyou.id1945.com
Written by Riyan Adiyahasya Posted 29th March 2013, 12:00am
Rate this article 

Gua Jomblang adalah sebuah mahakarya Sang Pencipta yang mengagumkan. Gua ini merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline, yaitu gua yang terbentuk sejak ribuan tahun lalu akibat proses geologi runtuhnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya. Memiliki kedalaman hingga 80 meter dengan diameter sekitar 50 meter. Di dalamnya terdapat bukit kapur, pepohonan yang tinggi, dan sungai bawah tanah yang berakhir di laut selatan.

Gua Jomblang terletak di Desa Jetis, Kecamatan Semanu, Gunung Kidul, atau sekitar 50 kilometer sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Gua ini merupakan satu dari ratusan gua yang terdapat di kawasan pegunungan karts Gunung Kidul. Dijelajahi pertama kali pada tahun 1984 oleh Acintyacunyata Speleological Club (ASC), kelompok penjelajah gua dari Yogya.

Uniknya, di dasar gua terlihat pemandangan berupa hutan yang berada di bawah tanah, yang dikenal dengan sebutan hutan purba. Fenomena tersebut dimungkinkan karena bagian bawah Gua Jomblang cukup luas dan mendapat sinar matahari yang cukup sejak ratusan tahun lalu. Diperlukan teknik khusus untuk dapat masuk ke dalamnya, yaitu teknik menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun atau dikenal dengan Single Rope Technique (SRT). Menurut cerita masyarakat, pada tahun 1970-an gua ini sempat dijadikan lokasi pembunuhan massal anggota komunis.

Petualangan menyusuri Gua Jomblang dapat dilanjutkan dengan menelusuri sebuah lorong yang menembus ke gua lainnya, yakni Gua Grubug. Di gua ini terdapat sebongkah batu gamping yang selama ini menjadi ikon Gua Grubug. Persis di atasnya, terdapat lubang berdiameter 10 meter dengan tinggi mencapai 90 meter yang menjadi celah sempurna bagi sinar matahari untuk menyoroti perut gua yang gulita hingga membentuk satu tiang cahaya dengan pemandangan siluet yang mengagumkan, yang biasa disebut cahaya surga.

Bagaimana cara ke Gua Jomblang?

Untuk sampai di Gua Jomblang, penjelajah dapat menggunakan bus jurusan Yogya-Wonosari dari terminal bus Giwangan menuju ke Simpang Lima Wonosari. Dari sini perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum menuju Kecamatan Semanu dengan harga berkisar Rp 5 ribu.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan menuju Gua Jomblang akan memakan waktu sekitar 2 jam dari Yogyakarta. Untuk menjaga keselamatan, disarankan untuk mengecek kondisi kendaraan terlebih dahulu mengingat jalan di Desa Semanu yang masih berbatu-batu. Dari Semanu perjalanan menuju Gua Jomblang berjarak sekitar 5 km dari jalan utama.

Ada tiga jalur untuk masuk ke dalam Gua Jomblang. Jalur pertama diberi nama jalur VIP, jalur ini memiliki dua pit, pit pertama berupa susunan batu-batu yang membentuk anak tangga hingga kedalaman 30 meter, yang kemudian dilanjutkan dengan jalur vertikal dengan kedalaman sekitar 40 meter.
Jalur kedua diberi nama jalur olah raga. Jalur ini hanya memiliki 1 pit yang berbentuk vertikal sedalam 70-80 meter. Yang ketiga adalah jalur ekstrem, memiliki 1 pit dengan kedalaman kurang lebih 120 meter.

Tips

1. Pengunjung wajib menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar keamanan caving gua vertikal, serta didampingi penelusur gua yang sudah berpengalaman.

2. Jumlah maksimal pengunjung yang diijinkan untuk masuk Gua Jomblang dalam waktu yang bersamaan adalah 25 orang. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekosistem dan kondisi gua.

3. Waktu terbaik untuk menikmati keindahan Gua Grubug adalah pukul 10.00 - 12.00 WIB. Disebabkan karena pada saat itu matahari berada di atas kepala sehingga tercipta cahaya indah yang manerobos masuk ke dalam gua.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!