Menapak Jejak di Museum Kereta Api Ambarawa

In Jawa Tengah
source:panoramio.com
source:panoramio.com
source:yogyakarta.panduanwisata.com
source:yogyakarta.panduanwisata.com
Written by Riyan Adiyahasya Posted 5th September 2013, 12:00am
Rate this article 

Museum Kereta Api Ambarawa sejatinya dahulu merupakan sebuah stasiun kereta yang sangat berperan bagi sejarah perkeretaapian di Indonesia. Dibangun tahun 1873 oleh Raja Willem I pada masa kolonial Belanda. Hingga saat ini, stasiun yang kini berubah fungsi menjadi museum ini memiliki beragam koleksi kuno yang bahkan masih berfungsi, terutama kereta api uap yang sekarang bisa Anda nikmati sebagai kereta api wisata.

Museum Kereta Api Ambarawa atau Museum Ambarawa ini terletak di pusat Kota Ambarawa, sekitar 20 km dari Ungaran, Kabupaten Semarang. Di halamannya terpajang sebuah kereta api uap yang dijadikan sebagai ikon dari museum ini. Lokomotif tua tersebut berjenis CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik. Serta yang tak kalah populer adalah lokomotif No B 2502 yang sangat unik dan hanya tersisa tiga di dunia.

Museum Ambarawa sendiri terbagi dalam dua bagian, yaitu ruang pameran pada bagian dalam gedung dan ruang pameran di luar gedung. Di dalam gedungnya sendiri Anda dapat menemukan benda-benda perlengkapan kereta api yang masih terjaga keasliannya. Sementara di luar gedung, terdapat banyak sekali kereta api uap yang lengkap dengan gerbong-gerbong tuanya.

Selain bisa bernostalgia di museum yang sarat akan sejarahnya ini, para wisatawan bisa juga merasakan langsung serunya naik lokomotif kuno yang melayani rute Ambarawa-Bedono dan Ambarawa-Tuntang, yang berjarak 35 kilometer atau sekitar 1 jam lama perjalanannya. Terdapat juga lori wisata dengan rute Ambarawa-Tuntang dengan jarak hanya 5 kilometer. Selama perjalanan Anda akan dimanjakan dengan panorama alam sekitar seperti lembah yang hijau dan persawahan yang membentang di antara Gunung ungaran dan Gunung Merbabu.

Jika Anda tak sabar ingin berkunjung, Museum Ambarawa buka dari hari Senin hingga Minggu pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 5.000,-. Museum ini merupakan salah satu destinasi seru karena selain bisa menikmati warisan sejarah perkeretaapian di Indonesia, Anda juga bisa menikmati panorama alam di sekitarnya dengan kereta wisata.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!