Masjid Raya Baiturrahman - Saksi Perjalanan Sejarah Aceh

In Aceh
source:teguhdh.wordpress.com
source:connect.state.gov
source:commons.wikimedia.org
Written by Rendyadi Amnar Posted 28th August 2013, 12:00am
Rate this article 

Datang ke Banda Aceh belumlah lengkap jika Anda tidak berkunjung ke masjid Baiturrahman. Masjid Raya Baiturrahman berada di tengah-tengah Kota Banda Aceh. Masjid ini telah menjadi tempat yang identik dengan Kota Banda Aceh, bahkan dapat dibilang sangat lekat dan identik dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Masjid dengan tiang 280 buah ini adalah saksi perjalanan sejarah Aceh. Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmud Syah I. Mengapa masjid ini dikatakan sebagai salah satu dari sejarah Aceh, karena masjid ini pernah menjadi tempat pertemuan penting yang diprakarsakan oleh Sultan Alaidin Mahmud, yang memutuskan bahwa Aceh menolak kedatangan Belanda pada zaman penjajahan tepatnya pada tanggal 22 Maret 1873.

Belanda melakukan penyerangan besar-besaran kepada para pejuang Aceh dan membakar masjid ini pada tanggal 10 April 1873. Para pejuang Aceh kemudian kembali merebut masjid ini, namun pada 6 Januari 1874 Belanda membakar Ibukota yang sekaligus memakan dan menghancurkan masjid ini. Aceh sangat terluka akibat perlakuan Belanda. Mencium perilaku rakyat Aceh tersebut, pada Oktober 1879 masjid ini pun direnovasi oleh Gubernur Militer Aceh, yaitu Jend. K. Van Der Heijden, dimana peletakan batu pertama dilakukan oleh Teungku Kadhi Malikul Adil. Masjid selesai dibangun pada tahun 1881 hanya dengan satu kubah.

Pada tahun 1935, renovasi kembali digelar dengan tambahan 2 kubah pada kedua sisinya. Namun kehadiran 3 kubah pada masjid ini menjadi pertanyaan bagi rakyat Aceh karena 3 kubah dinilai melambangkan "Trinity" atau trinitas dalam ajaran agama non-Islam.

Hingga akhirnya setelah Indonesia merderka, pada tahun 1957 masjid ini kembali menambah 2 kubah pada sisi belakangnya. Total 5 kubah ini melambangkan rukun Islam. Masjid ini telah melalui beberapa renovasi lagi dan saat ini memiliki 7 kubah.

Masjid Baiturrahman juga tak lepas dari peristiwa tsunami yang menimpa Aceh pada tahun 2006 lalu. Puluhan ribu orang berlindung di masjid ini dan selamat dari terpaan gelombang tsunami. Bahkan bangunan masjid inipun tak hancur dan tetap berdiri kokoh di tengah rerutuhan bangunan lainnya.

Mengingat masjid ini sangat identik dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, lantas jika Anda berkunjung ke Kota Banda Aceh tak lengkap rasanya bila Anda tidak berkunjung pula ke masjid satu ini.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!