Masjid Muhammad Cheng Ho - Masjid Muslim Tionghoa di Kota Surabaya

In Jawa Timur
source:islaminindonesia.files.wordpress.com
source:niniksaja.files.wordpress.com
source:farm5.staticflickr.com
Written by Benedictus Bina Naratama Posted 15th July 2013, 8:11am
Rate this article 

Masjid adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Muslim. Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, memiliki masjid-masjid yang tersebar di semua daerah, tidak terlepas juga di Surabaya. Kota yang akrab dengan sebutan kota pahlawan ini, memiliki satu masjid unik yang dinamakan Masjid Muhammad Cheng Ho.

Masjid yang terletak di Jalan Gading, Ketabang, Surabaya ini merupakan masjid yang bernuansa muslim Tionghoa pertama di Kota Surabaya. Arsitekturnya yang menyerupai kelenteng merupakan daya tarik utama bagi masjid ini. Pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho bertujuan untuk menghormati leluhur warga Tionghoa muslim di Surabaya dan khususnya kepada Laksamana Cheng Ho, seorang laksamana muslim Tionghoa yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Masjid yang dikenal juga dengan nama Masjid Cheng Ho bagi warga Surabaya ini didominasi oleh warna merah, hijau, biru dan kuning di sekujur bangunannya. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna-warna tersebut memiliki maknanya masing-masing. Warna merah adalah simbol kebahagiaan, warna kuning berarti kemashyuran, warna biru adalah simbol harapan, dan warna hijau melambangkan kemakmuran. Penggunaan warna pada masjid ini sangat kental dipengaruhi oleh budaya Tiongkok kuno pada bangunan kelenteng.

Bentuk arsitektur dari masjid Cheng Ho merupakan perpaduan antara unsur budaya Hindu Jawa, Tionghoa, dan Islam. Dapat dilihat pada bagian atas bangunan Masjid Cheng Ho dibuat bertingkat tiga, yang dipengaruhi budaya Hindu Jawa, dan bentuknya yang menyerupai pagoda bersegi-delapan. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, angka delapan disebut Fat, yang berarti keberuntungan atau hoki. Selain itu, anak tangga di serambi masjid yang berjumlah lima adalah untuk menggambarkan 5 rukun Islam. Sedangkan anak tangga di bagian dalam masjid yang berjumlah enam menandakan 6 rukun iman dalam agama Islam.

Asal mula penamaan Masjid Muhammad Cheng Ho

Sekitar 600 tahun lalu terdapat seorang laksamana yang berasal dari negeri Cina yang bernama Laksamana Cheng Ho. Yang menariknya, Laksamana Cheng Ho merupakan seorang muslim Tionghoa. Laksamana yang dikenal juga dengan nama Sam Poo Kong ini taat menjalankan ajaran Islam dan turut mensyi?farkan agama Islam di Tanah Jawa. Tujuan kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Tanah Jawa adalah untuk mengunjungi Raja Majapahit yang merupakan utusan Kaisar Yung Lo. Oleh karena itu untuk menghormati jasa-jasanya, dibangunlah Masjid Muhammad Cheng Ho pada tahun 2002.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!