Mahameru - Pesona Keindahan Atap Pulau Jawa

In Jawa Timur
source:www.fc01.deviantart.net
source:www.fc01.deviantart.net
source:4.bp.blogspot.com
Written by Gevintha Karunia Maully Posted 16th July 2013, 12:26am
Rate this article 

Keindahan gunung satu ini sudah tidak diragukan lagi. Keindahannya telah digambarkan oleh beberapa seniman Indonesia, seperti Dewa 19 dalam lagunya yang berjudul Mahameru, penulis Indonesia, Donny Dhirgantoro, dalam novelnya yang berjudul 5 cm, serta Rizal Mantovani dalam filmnya yang merupakan visualisasi dari novel Donny Dhirgantoro.

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Berada pada ketinggian 3676 mdpl, gunung berapi yang masih aktif ini kerap disebut sebagai atap Pulau Jawa. Secara administratif, gunung ini masuk ke dalam dua kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung yang dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa ini berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS).

Meskipun mendaki Semeru bagi beberapa orang terdengar menyeramkan karena medannya yang cukup sulit dan menantang, namun keindahan Semeru tidak dapat dipungkiri. Banyak surga tersembunyi di dalamnya, salah satunya adalah Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang terletak pada ketinggian 2.400 mdpl. Danau dengan air yang sangat jernih ini dijadikan sebagai pos bagi para pendaki sebelum meneruskan perjalanan menuju puncak Mahameru.

Terdapat sebuah mitos unik yang dipercaya oleh para pendaki yang mampir ke Ranu Kumbolo. Di dekat Ranu Kumbolo terdapat sebuah tanjakan yang disebut sebagai tanjakan cinta. Menurut mitos yang berkembang, apabila kita melewati tanjakan itu tanpa menengok ke bawah (ke arah Ranu Kumbolo), maka kita akan segera menemukan cinta sejati kita. Percaya atau tidak? Itulah mitosnya.

Untuk menuju Mahameru dari Ranu Kumbolo masih memakan waktu yang cukup lama. Masih terdapat beberapa daerah yang harus dilalui untuk mencapai puncak Mahameru, di antaranya Oro-Oro Ombo, Cemoro Kandang, pos Kalimati, dan pos terakhir sebelum menuju Mahameru, yaitu Arcopodo.

Perjalanan dari pos terakhir, Arcopodo, biasanya dilakukan pada tengah malam sekitar pukul 01.00. Selain disebabkan oleh kondisi tubuh yang lebih fresh setelah beristirahat sebelumnya, pendakian tengah malam juga dilakukan supaya medan yang ditempuh tidak terlalu berbahaya, karena pada siang hari awan panas dan deburan angin disertai pasir akan sangat mengganggu pendakian menuju puncak Pulau Jawa ini. Selain itu, dengan mendaki pada tengah malam, kita bisa menikmati pemandangan matahari terbit di tengah samudera awan yang sangat memesona.

Bagaimana cara menuju Gunung Semeru?

Perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Gunung Semeru biasanya diawali dari terminal atau stasiun Malang. Dari situ, pendaki bisa menaiki angkutan menuju Desa Tumpang. Setelah tiba di terminal Tumpang, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa mobil jeep atau menumpang truk pembawa sayuran, menuju pos pendakian pertama, yaitu Ranu Pane. Dari Ranu Pane, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati beberapa pos untuk menuju puncak tertinggi di Pulau Jawa, Mahameru.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!