Lebih Dekat Dengan Fauna khas Sulawesi Utara Di Taman Nasional Tangkoko Batuangus

In Sulawesi Utara
source:commons.wikimedia
source:indonesia.travel
source:pangolinfund.com
source:indonesia.travel
source:jalan2.com
Written by Nena Nikita Posted 4th August 2014, 10:42am
Rate this article 

Taman Nasional Tangkoko Batuangus merupakan cagar alam yang terletak di Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Untuk menuju Taman Nasional Tangkoko Batuangus ini, pengunjung bisa mengarahkan tujuan ke Bitung yang berjarak sekitar 70 km dari kota Manado. Dan dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari Manado ke Bitung, lalu menuju Batuputih yang mana ditempuh selama 45 menit. Atau pengunjung juga bisa memakai kendaraan umum, yaitu bus yang mana membutuhkan 1,5 jam untuk sampai di taman nasional. Akses menuju taman nasional cukup mudah dan juga jalan sudah diaspal dan nyaman untuk dilewati mobil. Taman Nasional Tangkoko Batuangus memiliki luas sekitar 8.745 hektar, yang mana di sini anda bisa menikmati berbagai macam fauna khas Sulawesi Utara. Taman Nasional Tangkoko Batuangus merupakan tempat perlindungan bagi monyet hitam sulawesi dan tarsius (Tarsius spectrum) dan dikelolah oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara.  Taman nasional ini sudah ada sebelum abad ke – 19, jadi sebelum Indonesia ada taman nasional ini sudah ada.

Para pengunjung yang datang juga berasal dari luar Indonesia, karna memang penghuni taman nasional ini sangat mencerminkan keanekaragaman fauna khas Sulawesi Utara. Dan juga bagi Anda yang sangat penasaran dengan fauna unik yang ada di Taman Nasional Tangkoko Batuangus, maka Anda bisa menemukan Tarsius. Tarsius merupakan hewan khas Sulawesi Utara dan juga termasuk hewan yang sudah terancam punah. Tarsius merupakan hewan yang terancam punah dan juga termasuk hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Tentu saja berkunjung ke taman nasional akan menambah pengetahuan pengunjung dan juga menambah rasa cinta pengunjung terhadap Indonesia. Tarsius merupakan  primata terkecil di dunia, yang mana tidak bisa hidup di dalam kandang dan hal inilah yang membuat Tarsius menjadi stres, menyiksa dirinya sendiri sampai mati dan membuat jumlah Tarsius semakin sedikit. Di dunia, pengunjung hanya bisa menemukan tarsius di Filipina dan Indonesia, lebih tepatnya Sulawesi Selatan. Tarsius memiliki badan yang kecil dengan berat sekitar 100 gram dan panjang 15 cm. Di taman nasional ini, terdapat 7 jenis Tarsius dari 9 jenis yang ada di dunia.

Di sini pengunjung tidak hanya bisa melihat Tarsius, tapi pengunjung juga bisa melihat Yaki atau monyet berjambul asli Sulawesi dengan bulu hitam dan juga memiliki pantat berwarna merah muda.Yaki juga termasuk hewan yang terancam punah. Selain Tarsius dan Yaki, pengunjung juga bisa melihat puluhan mamalia lain dan ratusan burung.  Anda bisa datang berkunjung setiap saat, tetapi waktu berkunjung terbaik adalah saat bulan Juni sampai Agustus. Atau Anda bisa datang ketika sedang tidak musim hujan. Pasalnya ketika sedang musim hujan, jenis burung yang jumlahnya ratusan jarang sekali terlihat.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!