Landscape Unik dan Legenda di Balik Indahnya Air T...

In Sumatera Utara
source:marlinameilanisimbolon.blog
source:udangmezile.blogspot.com
source:marlinameilanisimbolon.blog
Written by Riyan Adiyahasya Posted 2nd July 2013, 8:01am
Rate this article 

Pulau Mursala atau biasa juga dikenal oleh wisatawan asing dengan Mansalaar Island ini merupakan salah satu pulau di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Mungkin bagi sebagian orang, pulau satu ini masih asing terdengar. Ya, memang keindahan dan potensi pariwisata di pulau ini baru dewasa ini gencar dipromosikan.

Ada apa di sana? Pulau seluas kurang lebih 8.000 hektar ini merupakan daerah perbukitan yang indah dan masih alamiah, juga menyimpan sejuta pesona alam yang mengagumkan. Yang lebih menarik, bila biasanya air terjun bermuara di sebuah sungai, air terjun di Pulau Mursala airnya mengalir langsung ke lautan. Alirannya yang cukup deras mengalir di bebatuan raksasa bak seluncuran yang membelah pulau.

Air Terjun Pulau Mursala memang sangat unik dan fenomena alam seperti ini sangat jarang ditemukan di Indonesia. Ketinggiannya mencapai 80 meter tepat di atas lautan. Uniknya lagi, konon aliran sungai dari air terjun ini adalah yang terpendek di dunia. Panjang sungainya hanya sekitar 700 meter dari pusat mata air!

Selain melihat pesona air terjun di laut, hutan rimbun di balik air terjun pun sangat menggoda untuk dijelajahi. Taman laut di sekitar pulau juga dapat Anda selami! Selain itu, ada juga budidaya rumput laut jenis Eucheuma Cottoni Sp dan Gracilaria.

Legenda di Balik Air Terjun Pulau Mursala

Di balik panorama indahnya air terjun, ternyata ada sebuah legenda yang berkembang di masyarakat. Konon, air terjun ini merupakan tempat bermain seorang putri bernama Putri Runduk.

Menurut cerita, Putri Runduk adalah permaisuri Raja Jayadana yang memerintah Kota Kerajaan Barus Raya, sebuah kerajaan Islam di wilayah Sumatera Utara abad ke-7 M. Dengan parasnya yang sangat cantik, Putri Runduk dikagumi oleh Raja Janggi dari Sudan. Karena sang putri menolak, ia pun melarikan diri ke Pulau Mursala yang sudah porak poranda akibat diserang dan dikuasai oleh Raja Sanjaya, yang kemudian direbut oleh Raha Janggi.

Raja Sanjaya yang juga menyukai Putri Runduk kemudian meminta untuk menikahi sang putri. Sang putri kembali menolak, salah satu alasannya karena perbedaan agama (Putri Runduk beragama Islam, sedangkan Raja Sanjaya beragama Hindu). Kemudian dikisahkan bahwa saat melarikan diri, sang putri menceburkan diri ke laut, tepat dimana air terjun ini berada.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!