Keunikan Masjid Kuning Pulau Penyengat

In Kepulauan Riau
source:www.amazingbatam.blogspot.com
source:www.bujangmasjid.blogspot.com
source:www.emkatour.blogspot.com
Written by Sekar Ayu Melati Posted 17th July 2013, 4:40am
Rate this article 

Selama ini, putih telur identik dengan masakan. Untuk adonan, mungkin itulah bahan yang paling krusial. Namun, siapa bilang putih telur hanya dapat digunakan untuk memasak? Masjid Raya Sultan Riau Penyengat membuktikan bahwa putih telur pun dapat digunakan untuk mengokohkan sebuah bangunan.

Masjid itu berdiri di Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil yang hanya berjarak kurang-lebih 15-30 menit jika mengendarai pompong atau perahu kecil bermotor dari Tanjungpinang. Sedemikian dekatnya, hingga bahkan dari Tanjungpinang, warna masjid yang kuning mentereng sudah bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jika kita sampai di dermaga Pulau Penyengat dengan menggunakan perahu kecil dari Tanjungpinang, kita akan langsung disambut oleh masjid yang gagah ini. Masjid Sultan Riau, dibangun pada 1803 Masehi pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah dan direnovasi oleh Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdul Rahman pada 1832 Masehi.

Masjid Raya Sultan Riau Penyengat memiliki ciri khas, yaitu 13 kubah dan 4 menara, dimana total kubah dan menara berjumlah 17, yang melambangkan jumlah rakaat sholat 5 waktu. Selain itu, masjid ini juga menyimpan koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau X. Kemudian, ada pula Al-Quran yang ditulis tangan.

Meski bangunannya sekarang sudah diperkuat dengan beton dan dicat dengan cat biasa, dulu masjid ini didirikan dengan campuran berton-ton putih telur sebagai dindingnya. Sedangkan warna kuningnya yang cerah didapat dari kuning telur.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!