Desa Sawing Rai - Melihat Cenderawasih Merah di Raja Ampat

In Papua Barat
Written by Riyan Adiyahasya Posted 6th May 2013, 12:00am
Rate this article 

Raja Ampat begitu istimewa karena keindahan alam bawah lautnya bak surga. Selain surga di bawah lautnya, Raja Ampat juga menghadirkan surga lain yang dapat Anda temukan di Desa Sawing Rai, Raja Ampat. Di desa tersebut terdapat burung langka yang disebut-sebut sebagai burung dari surga. Burung tersebut tak lain adalah Red Bird of Paradise atau burung cenderawasih merah.

Burung cendrawasih merupakan burung endemik khas Papua yang memiliki bulu dengan perpaduan warna yang sangat indah. Siapapun yang melihat burung tersebut akan terkagum-kagum akan keindahannya. Di Desa Sawing Rai wisatawan bisa langsung melihat atraksi burung cendrawasih di habitat asli mereka yang masih terjaga.

Ada empat spesies cendrawasih yang dapat ditemui di sekitar desa, yaitu cendrawasih merah, cendrawasih belah rotan, cendrawasih kecil, dan cendrawasih besar. Penduduk setempat sangat sadar betul dalam menjaga kelestarian alam agar tetap alami. Di tempat ini ada sebuah peraturan yang bernama sasi laut, yaitu larangan untuk menangkap jenis fauna laut tertentu dan dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Desa wisata Sawing Rai letaknya di Distrik Meos Mansa, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Untuk sampai ke desa butuh sekitar dua jam perjalanan dari Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, menggunakan kapal sewaan dengan tarif sekitar Rp 120 ribu per orang.

Desa Sawing Rai merupakan sebuah destinasi yang memiliki potensi wisata yang sangat menarik. Karena letaknya di perairan yang terbaik di Indonesia, keindahan alam bawah laut di desa ini tak boleh dilewatkan, dengan beragam jenis koral, terumbu karang, dan berbagai hewan laut yang cantik. Selain itu Anda juga bisa melihat peragaan budaya, pertunjukan burung cendrawasih, snorkeling, dan salah satu kegiatan favorit pengunjung adalah memberi makan ikan.

Jika ingin berlama-lama di desa, Anda bisa menempati sebuah homestay yang berada di atas laut dekat dermaga, dengan ratusan ikan-ikan yang berwarna-warni di bawahnya. Untuk biaya menginap, Anda dikenakan biaya Rp 500 ribu per orang. Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas seperti bird watching, memberi makan ikan, serta biaya makan sebanyak tiga kali dalam sehari.

Tips
1. Perlu diingat bahwa aktivitas bird watching ini hanya bisa dilakukan pada pukul 7 - 9 pagi waktu setempat atau pada pukul 4 - 5 sore waktu setempat.
2. Waktu terbaik ke desa wisata ini adalah bulan Desember dan Februari. Karena atraksi burung cendrawasih hanya akan Anda lihat pada bulan-bulan tersebut.
3. Persiapkan obat-obatan dan perbekalan Anda selama di desa, mengingat di desa tersebut fasilitas di dalamnya masih minim. Dan beberapa alat penerangan juga sangat penting, karena listrik di desa dipadamkan pada pukul 21.00 WIT.
4. Berwisata ke Raja Ampat merupakan salah satu destinasi terbaik di Indonesia, persiapkanlah segala sesuatunya dengan matang baik dari segi finansial, kondisi tubuh, serta rencana kegiatan Anda.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!