Danau Dendam Tak Sudah - Satu Bukti Kekayaan Flora dan Fauna

In Bengkulu
source:c1.staticflickr.com
source:bp.blogspot.com
source:uniqpost.com
Written by Nena Nikita Posted 18th December 2013, 12:00am
Rate this article 

Sebagian dari Anda yang mendengar nama danau di Bengkulu ini bisa jadi bertanya-tanya apa maksud nama danau ini. Ada dua kisah terkait inspirasi nama yang diambil. Kisah pertama diawali saat jaman penjajahan Belanda. Saat itu, pihak kolonial membuat sebuah danau untuk membantu proses pembuatan jalan. Namun di tengah proses, ternyata malah terbengkalai dan tidak tuntas. Itulah sebabnya, dinamai ?gDam Tak Sudah?h.

Bagi mereka yang berpikir adanya riwayat masa lampau terkait dendam yang mungkin pernah terjadi di sini, maka pikiran itu adalah kisah yang kedua! Ya, konon ada sepasang kekasih yang berjanji untuk hidup bersama selamanya. Namun terpaksa ikrar suci itu gagal lantaran orang tua sang gadis yang tidak menyetujui hubungan mereka dan menjodohkannya dengan pria lain. Didasari perasaan cinta yang tulus, maka akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menenggelamkan diri bersama di danau ini. Sejak itu, danau tempat mereka bunuh diri ini dinamakan ?gDanau Dendam Tak Sudah?h. Hingga saat ini, mitos itu masih banyak diceritakan. Bahkan, ada sepasang lintah raksasa yang diyakini sebagai jelmaan pemuda-pemudi itu.

Danau seluas 577 ha ini terletak di antara 3 kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara, yakni Kecamatan Teluk Segara, Kecamatan Selebar, dan Kecamatan Talang. Untuk dapat mencapai lokasi danau ini, Anda bisa datang dulu ke Kota Bengkulu. Kemudian menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi menempuh jarak sekitar 6 kilometer saja. Jika naik bus, Anda bisa naik dari terminal Panorama menuju ke Curup. Jika sudah tiba di Jalan Kapten Pierre Tendean, berarti lokasinya sudah sangat dekat. Biaya naik bus hanya Rp 2.000,-. Jika menggunakan kendaraan pribadi dan kondisi tidak macet, perjalanan hanya ditempuh dalam kurun waktu 10 menit saja.

Danau yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Wisata Cagar Alam ini di tahun 1936 ini awalnya hanya seluas 11,5 hektar dan kemudian berkembang terus hingga tahun 1999 tercatat luasnya adalah 577 hektar. Airnya biru gelap, namun jika terkena pantulan sinar matahari pagi maka pemandangannya akan menjadi luar biasa indah. Tidak semua permukaan danau tertutup oleh air, tetapi ada bagian yang ditutupi semak air atau enceng gondok berwarna hijau cerah menampilkan perpaduan warna yang cantik ketika bersinggungan dengan air.

Jika ingin mengelilingi danau, Anda bisa menyewa rakit atau kapal nelayan yang telah disediakan. Sambil berkeliling, Anda akan menemukan berbagai spesies ikan yang bisa dikatakan langka. Beberapa di antaranya adalah Mystus, Rasbora Sumatranus, Trichogaster Trihopterus, dan Mystacoleucus Marginatus. Jika matahari mulai terbenam, Anda bisa mencoba memancing di tempat yang sejuk sambil menikmati matahari tergelincir perlahan.

Di sisi kiri dan kanannya terdapat bukit dan hutan hujan dengan aneka pepohonan. Di sinilah keanekaragaman flora juga dapat disaksikan di danau yang sering dijadikan lokasi penelitian oleh mahasiswa ini. Yang paling terkenal adalah keberadaan Anggrek Pensil (vanda Hookeriana), yang cukup langka dan hanya bisa tumbuh di perairan danau. Bukan hanya itu, banyak pula ditemui anggrek matahari, tanaman ambacang rawa, sikeduduk, pakis, hingga tanaman gelam. Semuanya menghiasi kekayaan hayati danau Dendam Tak Sudah.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!