Candi Ratu Boko - Eksotika Candi di Balik Gunung Merapi

In Yogyakarta
source:mubarok4i5.blogspot.com
source:leminhkhai.wordpress.com
Written by Riyan Adiyahasya Posted 23rd May 2013, 1:19am
Rate this article 

Yogyakarta terkenal dengan komplek candi-candinya yang menjadi primadona pariwisata. Selain Candi Prambanan, di sekitar 18 kilometer ke arah timur Yogyakarta juga terletak sebuah candi yang tak kalah eksotis. Candi yang berada di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan,Sleman, DIY, ini bernama Candi Ratu Boko.

Candi Ratu Boko merupakan kompleks bangunan yang tersusun dari batuan andesit yang sangat menarik untuk dinikmati. Candi yang dibangun pada sekitar abad ke-8 ini berdiri di sebuah perbukitan seluas 250 ribu meter, dengan ketinggian kurang lebih 196 m dpl. Di latar belakangi Gunung Merapi yang menjulang tinggi di sisi utara dan persawahan yang menghijau menambah dramatis suasana yang disuguhkan.

Kawasan candi ini terbagi menjadi empat bagian, yaitu tengah, barat, tenggaara, dan timur. Di bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumbak, dan pasaban. Sementara di bagian tenggara meliputi pendopo, balai-balai, 3 candi, kolam dan kompleks keputren. Komplek gua, stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.

Bila berjalan ke arah tenggara dari Candi Pembakaran Anda akan menemukan sebuah sumur yang dikeramatkan. Konon sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Hingga saat ini air yang berasal dari sumur tersebut masih sering dipakai oleh masyarakat setempat. Dipercaya air tersebut dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara umat Hindu menggunakannya untuk upacara Tawur Agung sehari sebelum hari raya Nyepi. Penggunaan air tersebut diyakini dapat memurnikan diri kembali serta mengembalikan bumi dan isinya pada harmoni.

Awal mulanya, Candi Ratu Boko ditemukan oleh seorang arkeolog bernama Van Boeckholzt pada abad ke-17, tepatnya pada tahun 1790. Seratus tahun kemudian dilakukan sebuah penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam bukunya Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton.

Sebagai sebuah bangunan peninggalan, Ratu Boko memiliki keunikan dibanding peninggalan lain. Jika bangunan lain umumnya berupa candi atau kuil, Ratu Boko menunjukkan ciri-ciri sebagai tempat tinggal atau sebuah istana. Hal tersebut ditunjukkan dari adanya bangunan berupa tiang dan atap yang terbuat dari bahan kayu, meski sekarang yang tertinggal hanya batur-batur dari batu saja.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!