Candi Laras - Situs Purbakala dengan Berbagai Artefak

In Kalimantan Selatan
source:warisanbuddhanusantara.blogspot.com
source:warisanbuddhanusantara.blogspot.com
Written by Nena Nikita Posted 20th December 2013, 7:21am
Rate this article 

Situs purbakala yang satu ini memang belum populer di kalangan turis. Namun, tidak ada ruginya jika Anda mencoba mampir ketika sedang berkunjung ke Kalimantan Selatan. Seperti namanya, Candi Laras terletak di Desa Margasari, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Candi yang terbuat dari bebatuan yang ditumpuk-tumpuk ini didesain dengan arsitektur yang bertingkat-tingkat. Di tengahnya ada lubang sumur, kemudian dihiasi juga dengan batang kayu ulin yang besar dan termasuk batang kayu terkuat yang ada di Indonesia, ditambah lagi usia batang kayu yang ditanam di sini mencapai ratusan tahun dan sengaja ditanam warga untuk menambahkan kesan artistik. Candi ini memang tidak berukuran besar, namun lokasi candi ini dikelilingi hamparan sawah warga yang hijau dan luas dengan aneka pohon dan semak nan cantik, menciptakan nuansa alami pedesaan masa lalu. Beberapa bagian tanaman sudah tampak terawat dengan rapi menunjukkan kesan bahwa tempat ini memang dikelola baik oleh pemerintah setempat. Hawa yang terasa di sini sejuk ditambah dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang semakin menambah kesan damai di tempat ini.

Nilai historis juga tercermin dengan ditemukannya Arca Batara Guru yang memegang nandini dan lingga di sekitar sini. Tak hanya itu, di sini juga terdapat dua buah batu bersejarah yang dikenal dengan sebutan Batu Babi. Kini, arca dan batu tersebut telah disimpan dengan baik di Museum Lambung Mangkurat di daerah Banjar Baru. Candi ini didirikan oleh Dapunta Hyang dari kerajaan Sriwijaya, yang diyakini sebagai nenek moyang warga di sekitar sini.

Tidak jauh dari situs peninggalan umat Budha ini, terdapat pula sungai Amas yang juga kental dengan nilai historisnya. Di dekat sungai itu juga sempat ditemukan Arca Dipankara yang dihiasi dengan aksara Pallawa bertuliskan ?gJaya Siddha Yatra?h yang dalam Bahasa Indonesia bermakna ?gZiarah Penuh Berkah?h. Sama dengan Arca Batara Guru, kini Arca Dipankara juga disimpan di dalam Museum Lambung Mangkurat.

Jika ingin pergi ke tempat ini, Anda harus mempersiapkan diri menempuh perjalanan sejauh 30 km dari Kota Rantau. Tidak ada akses darat menuju ke Tanah Tinggi, jadi Anda harus berjalan dengan sampan yang disebut dengan Kelotok. Beberapa warga menyebutnya sebagai Jukung. Setelah mengarungi Sungai Amas beberapa menit, maka Anda sudah tiba di lokasi candi ini. Jika membahas letak candi di Desa Margasari ini, memang strategis, hanya 1 km dengan sampan, sehingga beberapa Arkeolog menduga candi ini dibangun untuk akivitas Kerajaan Sriwijaya pada masa itu, khususnya sekitar tahun 1300 Masehi.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!