Bukit Lawang - Pintu Gerbang Menuju Hutan Tropis yang Mendunia

In Sumatera Utara
source:sovikhadifa.blogspot.com
source:http://sovikhadifa.blogspot.com
source:http://commons.wikimedia.org
source:http://wisata.tokobunganusantara.com
Written by Rendyadi Amnar Posted 11th March 2014, 6:11am
Rate this article 

Menjelajahi hutan Sumatera mungkin menjadi salah satu impian bagi Anda yang suka berpetualang. Salah satu pintu gerbang menuju peradaban hutan asli Sumatera adalah Bukit Lawang yang termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, yang adalah daerah konservasi orang utan. Namun tak hanya konservasi orangutan saja, Bukit Lawang memiliki banyak hal yang ditawarkan untuk para pengunjung.

Waktu untuk bersantai selama beberapa hari lepas dari kepenatan kota besar dapat Anda habiskan di kawasan ini. Bayangkan Anda dapat bersantai di atas tempat tidur gantung sambil mendengarkan suara air sungai hingga melihat habitat burung-burung liar yang dengan bebas berkeliaran di sekeliling Anda. Hutan di kawasan ini adalah salah satu hutan yang memiliki keanekaragaman hayati yang paling kaya di dunia, dan merupakan rumah bagi sekitar 5000 ekor orangutan!


Wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan ini rata-rata memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk melihat kehidupan orangutan di alam liar. Program konservasi telah beroperasi di tepi timur Taman Nasional Gunung Leuser sejak tahun 1970-an. Bukit Lawang merupakan salah satu pintu gerbang menuju hutan yang paling mudah untuk dicapai. Untuk mengetahui seluk beluk kawasan ini secara lebih lanjut, Anda dapat menyewa jasa pemandu wisata yang dapat dengan mudah Anda temukan di kawasan ini.

Bukit Lawang pernah terusak cukup parah karena terpaan banjir bandang pada November 2003 yang menewaskan 239 orang. Namun pada saat ini, infrastruktur pariwisata telah dibangun kembali seperti sedia kala. Jika Anda ingin mengunjungi Bukit Lawang, Anda dapat menempuh perjalanan darat dari Medan melewati Kota Binjai dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum dari Terminal Bus Pinang Baris Medan. Tenang saja, kondisi jalanan menuju ke kawasan ini sudah sangat baik dan telah diaspal. Berbicara mengenai fasilitas di kawasan ini, terdapat beraneka ragam Pondok wisata dengan nuansa alami dengan tarif antara Rp. 100.000 hingga Rp. 500.000 per malam. Selain itu, tersedia juga rumah makan, area untuk berkemah, pusat informasi, terminal, papan informasi, dan lainnya. Dan tahukah Anda bahwa kawasan ini telah dikenal di mancanegara dan menjadi tujuan wisata hutan hujan tropis favorit!

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!