Bukit Bangkirai - Sensasi Menjelajahi Hutan di Jembatan Tajuk

In Kalimantan Timur
source:wisatamelayu.com
source:palingindonesia.com
source:isrie.blogspot.com
source:indonesianbigtourism.blogspot.com
Written by Riyan Adiyahasya Posted 4th April 2013, 1:50am
Rate this article 

Ingin melihat pemandangan hutan hujan tropis di ketinggian 30 meter? Jika ya, Anda harus datang ke objek wisata alam Bukit Bangkirai di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Di sana terdapat Canopy Bridge atau jembatan tajuk setinggi 30 meter yang menggantung di antara lima pohon bangkirai.

Dengan melewati jembatan tersebut perjalanan menelusuri hutan Anda tentunya akan terasa lebih menarik. Sepanjang mata memandang Anda akan melihat hamparan hutan hujan tropis yang hijau dan alami. Pohon-pohon bangkirai menjulang tinggi hingga 50 meter. Belum lagi suara burung yang berkicau di antara rimbunnya hutan seakan menyambut kehadiran Anda.

Bukit Bangkirai sendiri merupakan kawasan hutan hujan tropis yang masih sangat alami. Keasrian dan kealamian hutan di dalamnya masih terjaga dengan baik. Jika Anda suka menjelajahi alam, Bukit Bangkirai merupakan tempat terbaik. Di kawasan yang memiliki luas hingga 1.500 hektar ini, nuansa liar masih sangat terasa. Di dalamnya hidup berbagai jenis fauna liar seperti owa, beruk, lutung merah, monyet ekor panjang, dan masih banyak yang lainnya.

Bukit Bangkirai juga kaya akan anggrek alam yang tumbuh secara alami di pepohonan. Sedikitnya 45 jenis anggrek dapat dijumpai di kawasan ini, satu di antaranya adalah anggrek hitam yang merupakan salah satu maskot Kalimantan Timur. Yang lebih unik, pengelola Bukit Bangkirai menawarkan program adopsi pohon kepada para sponsor atau donatur yang ingin menjadi ?gorangtua asuh?h bagi pohon-pohon bangkirai yang dikehendaki. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keutuhan dan kelestarian hutan.

Kawasan wisata Bukit Bangkirai diresmikan pada 14 Maret 1998. Kawasan ini dilengkapi fasilitas seperti shelter atau pondok untuk beristirahat, tempat pengamatan satwa, jungle cabin, dan perkemahan. Ada juga rumah panjang yang dipergunakan untuk ruang serba guna berbentuk rumah adat khas suku Dayak.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!