Borobudur - Kemegahan dan Keindahan Bangunan Raja Samaratungga

In Jawa Tengah
source:.tmc-world.com
source:indonesiabestplaces.wordpress.com
source:.tmc-world.com
source:pamitrantours.com
Written by Riyan Adiyahasya Posted 29th April 2013, 2:50am
Rate this article 

Indonesia patutlah berbangga akan keberadaan situs warisan dunia yang termasuk dalam tujuh keajaiban dunia. Terletak di Magelang, Jawa Tengah, situs ini berbentuk sebuah candi Buddha yang bernama Candi Borobudur.

Dibangun pada tahun 824, menjadikan situs ini lebih tua 400 tahun dari katedral-katedral di Eropa. Kemegahan serta keunikan arsitekturnya akan membuat siapa saja terpukau. Tak heran bila sudah banyak wisatawan dari berbagai negara datang ke candi kuno ini.

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdiri di atas bukit seluas 123 x 123 meter persegi dengan tinggi 34,4 meter. Di sini Anda dapat melihat bukti-bukti sejarah melalui deretan relief Buddha sebanyak 2.672 yang terukir dengan indahnya di sepanjang dindingnya. Hal tersebut merupakan harta karun dunia yang memiliki nilai seni yang tak tertandingi.

?gDiperkirakan pembangunan candi memakan waktu hingga lebih dari setengah abad?h

Bangunan candi terdiri dari 2 juta balok batu vulkanik yang dipahat sedemikian rupa sehingga saling mengunci. Diperkirakan pembangunan candi memakan waktu hingga lebih dari setengah abad. Candi ini berbentuk punden berundak yang terdiri dari 10 tingkat. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran, dan di tingkat tertingginya berupa stupa Buddha yang menghadap ke arah barat.

Candi Borobudur merupakan tempat suci bagi umat Buddha. Sejak pertengahan abad ke 9 hingga awal abad ke 11, candi ini menjadi tempat peziarah umat Budha dari China, India, Tibet, dan Kamboja. Borobudur tidak hanya memiliki nilai seni yang teramat tinggi, namun juga sarat dengan nilai filosofi. Bangunan megah ini dibagi menjadi tiga tingkatan dalam ajaran Buddha, tingkatan pertama yakni Kamadhatu atau dunia nafsu. Di tingkatan ini manusia masih dipengaruhi oleh nafsu dan hal-hal negatif. Tingkatan kedua, Rupadhatu atau dunia terbentuk, yang artinya manusia telah mampu mengendalikan dirinya dari segala nafsu. Tingkatan terakhir, Arudaphatu atau dunia tanpa bentuk, yang berarti manusia tidak lagi mengejar keinginan-keinginan manusiawi.

Nah, jika Anda ingin menyusuri alur perjalanan kisah yang terpahat pada dinding candi. Anda harus berjalan mengitari candi searah jarum jam atau dikenal dengan istilah pradaksina. Masuk lewat pintu timur, kemudian berjalan dengan posisi candi selalu ada di sebelah kanan. Hingga tiba di tangga timur dan menaiki tangga hingga ke tingkat berikutnya. Hal tersebut dilakukan berulang kali hingga semua tingkat terlewati dan berada di puncak candi yang bebentuk stupa induk.

Puas melihat setiap pahatan di dinding, pengunjung juga akan disajikan pemandangan yang asri di sekitar candi. Rumput yang hijau serta pepohonan yang rindang sungguh memperindah suasana. Tidak hanya itu, Candi Borobudur juga terkenal akan panorama sunsetnya yang menawan. Siapkan kamera Anda, dan abadikan keindahan setiap sudutnya.

Di sini juga tersedia andong ( kereta kuda) wisata yang akan mengajak pengunjung mengitari candi, dengan tarif sekitar Rp 30 ribu. Tidak jauh dari pintu keluar, sudah ada deretan pedagang yang menjual berbagai survenir menarik. Berbagai kerajinan tangan hasil daerah setempat seperti tas batik, kaos, kalung, gelang, dan lainnya dapat Anda jadikan oleh-oleh khas dari Borobudur.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!