Berkunjung ke Rumah Orangutan di Taman Nasional Sebangau

In Kalimantan Tengah
source:http://fikafawzia.blogspot.com
source:http://www.kompas.com
source:http://hanyakarin.wordpress.com
Written by Nena Nikita Posted 8th February 2014, 8:49am
Rate this article 

Anda ingin melihat orangutan? Silahkan kunjungi Taman Nasional Sebangau. Taman seluas 568.700 hektar ini letaknya melingkupi 3 kabupaten, yakni Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya. Jika Anda datang dari Bandara Tjilik Riwut, sebaiknya Anda menyewa mobil karena angkutan umum tidak banyak tersedia kecuali Anda telah berada di Kota Palangka Raya. Ada 2 pintu masuk menuju Taman Nasional yang satu ini, yaitu Pelabuhan Kareng Bangkirai yang berjarak 20 menit dari bandara dan Sungai Katingan dengan jarak sekitar 90 menit dari bandara. Sesampainya di pintu masuk tersebut, Anda perlu melakukan perjalanan lagi melintasi Sungai Sebangau menuju Pegatan Hilir yang memakan waktu hingga 8 jam. Perjalanan air ini bisa menggunakan perahu penduduk atau taksi air yang beroperasi sampai pukul 5 sore. Dari situ, perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Mendawai dengan interval waktu 1 jam. Jadi, disarankan bagi wisatawan untuk memulai perjalanan di pagi hari. Total seluruh biaya perjalanan dari bandara menuju Kecamatan Mendawai sekitar Rp 500.000,00.

Tak heran jika wilayah yang disahkan sebagai taman nasional tahun 2004 ini dianggap juga sebagai cerminan hutan tropis Asia yang sebenarnya! Di dalamnya terdapat habitat sedikitnya 6000 ekor orangutan. Tak hanya itu, di taman nasional ini juga menjadi hunian bagi 182 spesies burung, 54 spesies ular, 36 spesies ikan, dan 25 spesies mamalia. Beberapa di antaranya adalah spesies langka seperti bekantan, beruang madu, elang hitam, dan beruk. Ada pula hewan khas Borneo seperti cangak merah, pecukular, sambaling, dan kakapar. Jika malam sudah tiba dan Anda masih belum menemukan penginapan, sebaiknya segera mendirikan tenda sebab banyak juga jumlah babi hutan yang berkeliaran di dalam kawasan taman nasional ini.

Bukan hanya kekayaan faunanya saja, tapi Taman Nasional yang terletak di antara Sungai Katingan dan Sungai Sebangau ini juga diakui memiliki keanekaragaman flora. Sedikitnya 808 jenis tumbuhan berkembang biak di sini. Karena arealnya adalah area rawa gambut, jadi ketika bahan organik membusuk, banyak flora yang justru tumbuh subur dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Itulah sebabnya, ekosistemnya juga dikenal sebagai ekosistem air hitam. Beberapa tanaman kayu dengan nilai jual tinggi yang banyak ditemukan di sini adalah meranti jawa, kapur naga, hingga pohon kayu jelutung.

Jika Anda sangat menyukai alam dan ingin menjelajah taman nasional ini, maka Anda perlu menyisihkan waktu sedikitnya 3 hari. Anda akan melihat sendiri kekayaan hewani dan hayati Indonesia. Begitu pun dengan ancaman yang menyertainya seperti pembalakan liar dan kebakaran hutan.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!