Air Terjun Matayangu - Tempat Keramat Orang Merapu yang Indah

In Nusa Tenggara Timur
source:sumba-info.de
source:sumbaadventureclub.blogspot.com
source:sumba-info.de
Written by Riyan Adiyahasya Posted 8th November 2013, 4:22am
Rate this article 

Pulau Sumba, Nusa Tenggara TImur, dianugerahi alam serta kebudayaan yang kaya. Masyarakat Pulau Sumba atau yang dikenal orang Merapu, mahir dalam membuat kain tenun ikat yang bermotifkan cerah dan berceritakan kehidupan masyarakatnya. Demikian juga alamnya, Pulau Sumba memiliki Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru yang masih alami dan dihuni beranekaragam flora dan fauna. Berwisata alam merupakan kegiatan terbaik di sini, terlebih Anda juga bisa menemukan tempat-tempat indah yang tersembunyi di Taman Nasional.

Masyarakat Sumba yang memelihara alam sebagaimana adanya, memberikan daya tarik natural yang sangat memesona. Hal tersebut juga berpengaruh dengan pesona objek pariwisata di TN Manupeu-Tanah Daru yang belum banyak tersentuh orang. Uniknya juga di antara tempat-tempat wisatanya bahkan memiliki mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Salah satunya adalah Air Terjun Matayangu yang konon menyimpan benda-benda bersejarah serta tempat bersemayamnya arwah-arwah leluhur orang Merapu.

Air Terjun Matayangu termasuk objek wisata yang paling diminati wisatawan di TN Manupeu-Tanah Daru. Lokasinya berada dalam kawasan Taman Nasional, atau tepatnya di Desa Waimanu, Kecamatan Ketikutana, NTT. Bagi orang Merapu air terjun ini termasuk tempat yang dikeramatkan dan dijadikan tempat peribadatan. Diyakini terdapat sebuah goa yang tersembunyi di balik air terjun, dan di dalamnya terdapat sebuah makam kuno dan benda-benda keramat.

Selepas dari folklor yang menyertainya, air terjun Matayangu merupakan sebuah tempat yang sangat indah. Air terjun ini menyuguhkan keindahan air terjun setinggi 100 meter dengan susunan bebatuan di bawahnya yang membentuk kolam-kolam kecil. Anda bisa mendekat dan menikmati segarnya air di tengah rimbunnya pepohonan sekitar. Bahkan jika beruntung, Anda bisa melihat berbagai jenis kupu-kupu yang di antaranya termasuk endemik Pulau Sumba.

Air yang mengalir di air terjun ini selain jernih, warnanya condong ke warna biru kehijauan karena berpadu dengan warna hijau di tebing yang banyak ditumbuhi oleh vegetasi lumut. Selain itu, bebatuan besar di sekitarnya juga berfungsi sebagai penahan air dan menjadi kolam untuk para wisatawan yang ingin berendam di bawah kucuran air terjun. Waktu terbaik mengunjungi Taman Nasional ini adalah bulan Maret sampai Juni dan Oktober sampai Desember. Sebab, di bulan itu air terjun akan memuntahkan air dengan debit yang maksimal.

Tips

1. Siapkan fisik Anda, karena jarak yang harus ditempuh sekitar 2 jam dengan berjalan kaki dari desa Manurara (Sumba Tengah) menuju lokasi air terjun.
2. Jangan lupa untuk mengantongi izin terlebih dahulu dari Balai Taman Nasional.
3. Anda bisa meminta untuk didampingi pegawai Taman Nasional pada saat kita mengurus izin/tiket masuk kawasan.
4. Sediakan obat-obat medis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Bawa makanan dan minuman yang cukup.
6. Berperilaku sopan dan tidak mengotori lingkungan.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!