Tips Mudik Lebaran Dengan Kendaraan Pribadi

Written by Fachri Posted 24th July 2014, 2:07pm
Rate this article 

Pada umumnya masyarakat Indonesia menjelang Lebaran atau Idul Fitri rutin pulang ke kampung halaman, alias mudik. Mereka tak peduli betapa pun kesulitan yang dihadapinya untuk mudik lebaran. Seperti: berdesak-desakkan di kareta, berjubel di bis, dan kemacetan panjang di perjalanan. Begitu juga kalau memakai sepeda motor dengan resiko kepanasan dan kehujanan. Semua itu dilakukan dalam rangka merayakan hari Lebaran di kampung halaman, sekaligus untuk ajang silaturahmi bersama sanak-keluarga.

Mudik sudah menjadi  tradisi di kala lebaran. Jutaan masyarakat Indonesia yang merantau berbondong-bondong pulang kampung.  Mudik atau pulang kampung adalah hal yang dinantikan dan sekaligus merupakan salah satu kebahagiaan tersendiri, karena mereka senantiasa rindu untuk pulang ke asal muasal  yaitu kampung halaman serta kangen akan kasih sayang dan belaian kasih kedua orang tua tercinta.

Bila anda berencana untuk mudik atau berlibur dengan mengendarai kendaraan pribadi seperti mobil ataupun motor, ada baiknya anda membaca pengingat berikut agar anda dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.

1.Cek Kondisi Kendaraan

Hal yang sangat penting sebelum Anda melakukan perjalanan, terlebih lagi bila jarak yang akan ditempuh cukup jauh. Bagian mobil yang penting untuk diperiksa antara lain rem sebagai bagian vital dalam kendaraan harus diperiksa agar dapat berfungsi dengan baik. Kemudian periksalah ban seperti tekanan ban dan kondisi ban yang masih memiliki kembang agar tidak tergelincir. Pastikan kondisi lampu kendaraan Anda berfungsi dengan baik, karena lampu sangat penting pada malam hari atau bila harus melewati daerah gelap, juga membantu agar kendaraan terlihat oleh kendaraan lain.Segera perbaiki atau ganti bila ada bagian yang rusak. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan seperti dongkrak, ban serep, kunci untuk jaga-jaga bila diperlukan. Tidak ketinggalan, bawa pula surat kelengkapan kendaraan Anda.

2.Bawa obat-obatan, makanan dan minuman

Perjalanan jauh akan memakan waktu yang cukup lama pula. Maka, sediakan makanan dan minuman secukupnya agar tidak merasa kelaparan dan untuk menjaga kondisi tetap prima, terlebih lagi bila Anda melewati jalan yang sulit ditemukan penjual makanan atau tidak tahu apakah makanan tersebut baik atau tidak. Tidak lupa, bawa cukup air putih untuk cadangan apabila sulit menemukannya selama perjalanan.Kotak P3K berisi beberapa obat standar seperti obat demam, pusing, sakit perut serta obat luka luar dan plester sebaiknya dibawa. Sedangkan, bila ada anggota keluarga yang harus rutin meminum obat hendaknya segera diingatkan agar obat tidak tertinggal. Letakkan barang-barang dan obat-obatan pada tempat yang dapat dengan cepat diambil pada saat diperlukan.Tetapi, jangan terlalu berlebihan dalam membawa makanan atau minuman karena akan membuat bawaan mobil menjadi berat dan penumpang akan merasa tidak nyaman. Selama di perjalanan bila menemui minimarket atau supermarket, Anda dapat mampir untuk membeli keperluan ini bila persediaan sudah menipis. Jangan beli makanan atau minuman di tempat yang meragukan, Anda bisa dibuat sakit karenanya.

3.Persiapan fisik dan emosi

Fisik yang fit dan sehat sangat penting agar dapat menikmati perjalanan dengan nyaman. Terutama untuk pengemudi, kondisi fisik dapat mempengaruhi keselamatan seluruh penumpang kendaraan. Pastikan agar Anda beristirahat secara cukup pada malam sebelum perjalanan. Rasa kantuk dan lelah akan membuat pengemudi lambat untuk bereaksi. Untuk pengemudi, bila Anda mengantuk, sebaiknya segera istirahat dan jangan memaksakan untuk melanjutkan perjalanan. Jangan berpikir, hal ini dapat diatasi dengan segelas kopi, karena minum kopi, minuman berenergi atau suplemen tidak dapat sepenuhnya menghilangkan kantuk dan rasa lelah Anda.Selain kondisi fisik yang baik, tidak kalah penting untuk memeriksa keadaan emosi pengendara. Hendaknya pengemudi tidak dalam keadaan marah, terburu-buru atau sedang memiliki suasana hati yang kurang baik. Emosi yang tidak baik dapat membuat pengemudi tidak dapat mengemudi dengan baik.Sebaiknya, dibuat pengaturan agar yang menyetir tidak hanya satu orang. Pengemudi dapat diatur agar bergantian setelah menyetir beberapa lama. Maksimal, ganti pengemudi setiap 5 jam sekali. Menurut data, sebagian besar kecelakaan disebabkan karena pengemudi yang mengantuk. Maka hal ini akan berguna, baik untuk kondisi fisik pengemudi sendiri agar dapat menikmati liburan dengan kondisi sehat dan yang terpenting karena ini menyangkut keselamatan seluruh penumpang.

4.Taati peraturan lalu lintas dan rambu jalan

Walaupun mungkin Anda ingin segera bertemu sanak saudara atau ingin cepat-cepat sampai di tempat wisata untuk berlibur, hindari untuk melanggar rambu-rambu di jalan dan peraturan lalu lintas yang ada. Terlebih lagi, saat libur hari raya yang padat dengan kendaraan. Mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi dan melanggar rambu jalan dapat menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa.Gunakan sabuk pengaman selama perjalanan. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain agar dapat menghindari kecelakaan beruntun. Hindari menerima telepon atau melakukan kegiatan lain selama mengemudi. Bersikaplah hati-hati selama perjalanan.Mengunjungi sanak keluarga pasti merupakan peristiwa yang membahagiakan, begitu juga bila menikmati liburan bersama keluarga. Maka, utamakan keselamatan agar Anda dapat menikmati momen yang berharga ini.

 

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!