Buntil - Kudapan Tradisional Nan Istimewa

source:kulinerbdg.com
source:kakingorok.blogspot.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 24th February 2015, 1:44pm
Rate this article 

Kabupaten Purbalingga selain menyimpan keindahan demografi pegunungan yang berbukit-bukit dan hawa dingin yang selalu meyelimuti, ternyata juga menyimpan sebuah kuliner jaman dahulu yang masih lestari hingga kini. Nama jajanan lampau ini adalah Buntil, jajanan ndeso khas Purbalingga ini merupakan ikon kabupaten yang hingga kini masih lestari tak lekang jaman. Meskin makanan ini terkesan ndeso dan ketinggalan jaman jangan diremehkan cita rasa dari makanan Buntil ini. Dulunya makanan ndeso ini sangat digemari pada masa-masa Kolonial Belanda, hingga turun temurun dilestarikan hingga saat ini. Para pejabat dan Bangsawan di Purbalingga sangat menyukai makanan ini.

Rasa yang sederhana dan unik menjadikan makanan ini bisa dimakan oleh semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menyantapnya. Buntil dibuat dari kukusan dedaunan yang diisi dengan parutan kelapa dan ikan teri. Dedaunan yang  biasa dipakai adalah daun singkong, daun pepaya dan daun keladi. Daun-daun kaya vitamin ini dikukus hingga bisa dimakan dan kemudian dikepal lalu diisi dengan campuran parutan kelapa dan teri. Makanan ndeso kaya gizi ini dinilai sehat dan nikmat ketika dimakan bersama-sama.

Jangan melihat bentuk dan komposisi bahan yang digunakan tetapi rasakan terlebih dahulu sajian nikmat dari balik pegunungan di Kabupaten Purbalingga ini. Jangankan orang-orang biasa, para bangsawan dan Pejabat Kolonial Belanda sangat menggemari makanan bernilai gizi ini di jamannya. Serupa dengan makanan bothok yang ada di Jawa Tengah, Buntil sedikit berbeda dengan bothok. Jika pembungkus bothok tidak bisa dimakan, pembungkus buntil bisa dimakan sampai habis.

Cara penyajian dari buntil ini juga masih sangat tradisional, buntil yang sudah siap akan disiram dengan kuah pedas lalu akan diisi dengan campuran parutan kelapa dan ikan teri. Lalu ditutup sehingga isiannya terbungkus rapi. Makanan buntil ini bisa disantap begitu saja atau dengan tambahan nasi, tergantung dengan kondisi dan situasi yang ada di warung tersebut. Rasa gurih, pedas dan asin akan berpadu menjadi satu sehingga makanan ini akan berasa nikmat ketika dikunyah  di mulut. Jika Anda tidak suka dengan daun singkon Anda bisa memilih pilihan daun yang lainya sebagai pembungkusnya. Ada daun talas dan daun papaya yang bisa Anda pilih.

Ada satu tempat yang menjadi jujukan para pembeli buntil terkenal di Purbalingga. Nama dari buntil ini adalah Buntil Carangmanggang. Buntil buatan Ibu Kasmini ini sangat terkenal di Purbalingga, saking terkenalnya Buntil buatan Ibu Kasmini ini adalah langganan para pejabat Pemerintahan Kabupaten Purbalingga dan para tamu yang hadir di Purbalingga. Tempat warung buntil Ibu Kasmini ini terletak di Pasar Kuntisari Purbalingga.Untuk bisa menikmati makanan buntil ini, Anda bisa membelinya dengan harga yang cukup terjangkau. Hanya Rp.2500-4000 saja. Dengan rasa yang enak dan gurih bukan tidak mungkin Anda akan ketagihan dan akan membeli lagi.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!