W.S. Rendra

Written by Aditya Tri Hutama Posted 7th April 2014, 6:30am
Rate this article 

Salah satu sastrawan yang karya- karyanya senantiasa dikenang hingga sekarang. W. S Rendra mempunyai nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, yang dikenal dengan nama Rendra sang burung merak yang selalu mengibaskan keindahan sayapnya. Rendra lahir di kota Solo Jawa Tengah 7 November tahun 1935. Beliau adalah seorang penyair yang banyak menorehkan karya- karya emasnya. Burung merak menjadi julukan khasnya karena keindahan warna- warni sayap burung ini yang seakan menggambarkan keindahan karya Rendra yang membuat orang berdecak kagum. Rendra mendirikan bengkel teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Dan saat terjadi polemic politik yang membuat kelompok teaternya hamper bubar karena intervensi politik. Kemudian pada 1985 Rendra mendirikan Bengkel Teater Rendra di Bekasi.

Rendra menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota kelahirannya. Dia adalah anak dengan prestasi cemerlang hingga selepas S1nya di Universitas Gajah Mada Rendra mendapat beasiswa American Academy of Dramatical Art pada tahun 1964- 1967. Rendra menyukai sastra sejak duduk dibangku SMP, dia mulai menulis puisi dan serpen juga drama. Bahkan bukan hanya gemar menulis tapi Rendra juga piawai dalam pentas di panggung drama dan berbagai kegiatan di sekolahnya.

Rendra pertama mempublikasikan karyanya pada tahun 1952 dan sejak saat itu karya- karyanya selalu menghiasi beberapa majalah pada saat itu dan berlanjut hingga beberapa tahun kedepan sekitar tahun 60 – 70an. Karya- karyanya yang terpublikasikan waktu itu seperti konfrontasi, seni, siasat baru dan yang lainnya. Dan pada waktu dia duduk di bangku SMU karyanya yang berupa drama dipentaskan dan mendapat penghargaan dan hadian dari kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan judul Orang- orang Ditikungan Jalan. Dari penghargaan yang dia dapat ini membuatnya semakin bersemangat untuk melebarkan sayapnya dalam seni dan berkarya lebih.

Karya- karya Rendra tidak hanya dikenal di dalam negeri saja, tapi dunia internasional juga mengakui karya- karyanya yang fenomenal. Sehingga tak heran bila karya- karyanya telah diterjemahkan keberbagai bahasa yaitu inggris, Jepang, Belanda, Jerman dan India. Dia bahkan selalu aktif dalam mengikuti festival- festival yang diadakan diluar negeri.

WS Rendra mendapatkan banyak penghargaan dari tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan demi penghargaan yang ia peroleh senantiasa menambah semangatnya untuk selalu memacu kreativitasnya. Semasa hidupnya Rendra menikah sebanyak 3 kali dan dari hasil pernikahan dengan ketiga istri itu dia mempunyai 11 orang anak. Dia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf saat menikah pada usia ke 24 tahun. Dan pada usia ke 73 tahun penyair ternama ini menghembuskan nafas terakhirnya pada agustus 2009. Walaupun dia telah meninggal jauh dimasa lalu, tapi karyanya masih dinikmati oleh banyak orang.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!