Kasino Hadiwibowo

Written by Nena Nikita Posted 24th July 2014, 12:30pm
Rate this article 

Penikmat komedi tahun 80-an pasti sangat mengenal grup lawak “Warkop” yang menjadi kelompok lawak terkenal bahkan menjadi pelopor lahirnya grup lawak di Indonesia. Grup ini terdiri dari tiga pelawak yang sangat berbakat yaitu Dono, Kasino dan Indro. Mereka bertiga berkarir bersama dalam banyak film dan televisi sebagai grup lawak yang menghibur para penikmat komedi di Indonesia. Masing-masing memiliki image lawak yang berbeda, namun selalu dapat mengisi satu sama lain.

Salah satu di antara mereka, Drs. Kasino Hadiwibowo atau yang lebih dikenal dengan Kasino “Warkop”, dilahirkan di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah pada 15 September 1950. Dalam melawak, Kasino memiliki image yang cerdik dan penuh dengan ide dimana menjadi sumber inspirasi sekaligus penyelamat kedua temannya. Tetapi terkadang jika dalam keadaan terhimpit, kecerdasannya hanya dimanfaatkan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Walaupun begitu, inilah yang menjadi ciri khas Kasino sebagai seorang pelawak di grupnya. Otaknya yang cerdik mampu membuat semua penonton tertawa terbahak-bahak melihat dan mendengar aksi kocaknya di layar kaca maupun bioskop.

Kehadiran Kasino dan kawan-kawan yang tergabung dalam Warkop menghembuskan angin segar di dunia lawak Indonesia. Grup lawak ini mewakili generasi pelawak terpelajar dan profesional, yang memiliki warna baru dalam dunia komedi. Image yang mereka miliki satu sama lain saling mengisi dan dapat menghidupkan lawakan mereka. Aksi kocak Dono, Kasino dan Indro dapat dilihat di layar kaca oleh semua pemirsa di banyak judul serial televisi. Karier dalam film yang mereka rintis pada akhir tahun 1970-an pun terus melejit.

Dalam film Maju Kena Mundur Kena, Kasino dan kedua kawannya masuk dalam jajaran artis dengan bayaran termahal. Dalam kehidupan nyata, Kasino dikenal cukup aktif dalam organisasi. Ketika menjadi mahasiswa, Kasino banyak menghabiskan waktu bersama Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) di lereng-lereng gunung. Sebelumnya beliau juga dikenal sebagai penyiar radio Prambors. Selain melawak, Kasino juga seorang direktur klinik spesialis rawamangun (sampai 1983) dan Pimpinan Warung Kopi Corporation.

Kasino sakit pada bulan November 1996. Hasil rontgen dari Rumah Sakit Advent, Bandung menunjukkan bahwa adanya tumor di bagian otak pada kepala Kasino. Pada tahun 1997, Kesehatan Kasino sempat naik turun walaupun begitu beliau tidak pernah patah semangat. Pelawak ini tetap profesional bekerja jika ada panggilan untuknya. Namun apa mau dikata Tuhan berkendak lain, Kasino wafat di usia yang cukup muda pada tanggal 16 Desember 1997 di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta setelah beberapa tahun mengidap tumor otak. Pelawak handal ini meninggalkan satu istri dan satu anak.

 

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!