I Nyoman Nuarta

Written by Aditya Tri Hutama Posted 12th December 2014, 12:49pm
Rate this article 

Nama I Nyoman Nuarta sudah tidak asing lagi di kalangan para pekerja seni di Indonesia, apalagi di kalangan para pekerja seni di bidang seni rupa. Alumni Institut Teknologi Bandung ITB ini adalah salah satu pematung tersohor di Indonesia, sudah banyak karyanya yang bisa dinikmati hingga saat ini. Salah satu yang megah adalah Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, Patung Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya dan Monumen Proklamasi Indonesia di Jakarta.

Sosok yang lahir di Tabanan Bali 14 November 1951 silam ini adalah salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru di tahun 1976. Pria yang akrab dipanggil Nuarta ini adalah putra keenam dari sembilan saudaranya dari keluarga Wirjamidjana dan Samudra. Nuarta kecil diasuh oleh pamannya yang berprofesi sebagai guru seni rupa. Dari kebiasaan yang diajarkan oleh pamannya inilah Nuarta kecil mulai tumbuh dengan lingkungan seni rupa dari pamannya.

Sumbangsi Ketut Dharma Susila inilah yang menjadikan Nuarta kecil mulai paham dengan seni patung kotemporer. Setelah lulus dari sekolah menengah atas (SMA), I Nyoman Nuarta tertantang untuk bisa masuk di Institut Teknologi Bandung untuk mengasah kelebihan jiwa seninya di bidang seni patung. Semua tantangan yang diberikan kepada Nuarta pada waktu itu dijawab dengan lantang oleh dirinya, dan pada akhirnya di usia yang sedini itu Nuarta bisa membuktikan diri sebagai pemenang Lomba Patung Proklamator Republik Indonesia. Dari sayembara inilah titik balik Nuarta menjadi tenar dan diakui oleh banyak orang dan para seniman di bidang yang sama.

Dengan tim yang solid dan memadai pembuatan Patung Proklamator Republik Indonesia ini bisa selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Dengan bantuan beberapa teman seperti pelukis Hardi, Dede Eri Supria, Harsono dan kritikus seni Jim Supangkat mereka dapat menyelesaikan patung prestisius ini dengan hasil yang memukau. Sejak proyek pertama ini berhasil tawaran demi tawaran terus berdatangan kepada I Nyoman Nuarta, salah satu yang juga fenomenal adalah pembuatan patung panglima perang menghadap ke laut di Dermaga Ujung Madura. Patung panglima perang ini banyak dikenal di Jawa Timur sebagai Monumen Jalesveva Jayamahe.

Monumen Jalesveva Jayamahe ini terlihat gagah dan berwibawa lengkap dengan pedang sangkur dan Pakaian Dinas Upacara TNI Angkatan Laut. Monumen ini berhasil merepresentasikan generasi muda yang selalu optimis menatap masa depannya untuk memberikan darma bakti terbaiknya untuk nusa dan bangsa. Untuk mempublikasikan dan menyebarkan virus seni rupa modern kepada generasi muda di Indonesia, Nyoman Nuarta membuka galeri studio nya bernama Studio Nyoman Nuarta dan NuArt Sculpture Part di Badung Bali.

Itulah sekelumit mengenai biografi I Nyoman Nuarta, Sang Pematung legenda yang ada di Indonesia. Dedikasi dan karyanya akan terus hidup sepanjang sejarah.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!