Gesang Martohartono

Written by Aditya Tri Hutama Posted 6th June 2014, 2:22am
Rate this article 

Siapa yang tak mengenal nama besar pencipta dan penyanyi keroncong Gesang Martohartono (1 Oktober 1917 – 20 Mei 2010), pastilah semua masyrakat Indonesia mengetahui sosok legenda keroncong ini. Akrab dipanggil dengan nama Gesang, maestro koroncong ini terkenal hingga mendunia berkat lagu keroncong fenomenalnya, Bengawan Solo. Lagu Bengawan Solo mendunia hingga ke Jepang dan disukai oleh orang-orang di sana. Dan yang hebatnya lagi, lagu ini sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa lain yakni Bahasa Inggris, Cina, Jepang dan 10 bahasa lainnya. Total ada 13 bahasa yang menerjemahkan lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang ini.

Menurut beberapa penikmat musik di Jepang, lagu keroncong buatan Gesang ini memiliki keunikan dan energi lain ketika sedang dinyanyikan. Kekuatan syair yang mengulas mengenai hidup yang bersahaja dan kesederhanaan adalah kekuatan kunci lagu ini mendunia dan disukai pendengarnya.

Lagu Bengawan Solo seolah merubah kehidupan seorang Gesang menjadi terkenal dan fenomenal dari yang tadinya hanya seorang penyanyi keroncong di desanya. Di waktu dulu sebelum terkenal, Gesang adalah penyanyi di pesta dan acara kecil di daerahnya. Dengan suara dan cengkok keroncongnya yang khas, Gesang banyak disukai dan diundang di sana-sini untuk menyanyi lagu keroncong.

Lagu-lagu keroncong ciptaanya tidak hanya Bengawan Solo saja, tercatat ada beberapa lagu keroncong buatannya yang juga menarik untuk dinikmati. Di antaranya adalah Pamitan, Jembatan Merah, Keroncong Si Piatu, Dunia Berdamai, Bumi Emas Tanah Airku, Sebelum Aku Mati, Roda Dunia dan Pemuda Dewasa.

Sebagai bentuk penghormatan atas karya dan eksistensi Gesang di dunia keroncong, beberapa pihak mengapresiasi karya Gesang lewat rekaman ulang lagu-lagu keroncong asli Gesang yang diproduksi oleh PT Gema Nada Pertiwi. Sudah 4 kali rekaman ulang ini dilakukan untuk tetap melestarikan lagu-lagu karyanya. Tidak hanya lewat rekaman ulang, Gesang juga diapresiasi atas jasanya di dunia keroncong dengan pendirian Taman Gesang di daerah sekitaran Bengawan Solo. Pendirian Taman Gesang ini dipelopori oleh sebuah lembaga untuk Gesang di Jepang.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!