Edhi Sunarso

Written by Aditya Tri Hutama Posted 9th January 2015, 2:36pm
Rate this article 

Edhi Sunarso mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan Istana pada jaman Presiden pertama kita Ir. Soekarno. Beliau adalah pematung kesayangan dari Bung Karno. Dibalik kesederhanaan dan kesantunannya ternyata Edhi Sunarso dapat memikat Sang Proklamator dengan mudah. Sudah tidak terhitung berapa banyak karya Edhi yang sudah terpampang di berbagai daerah di Nusantara ini, yang paling fenomenal dan bisa disaksikan warga ibukota adalah Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia. Tidak hanya itu saja, kisah heroic pembebasan Irian Barat pada jaman itu juga diabadikan oleh Edhi dengan sebuah patung di Irian Barat. Hingga kini patung Pembebasan Irian Barat ini menjadi saksi bisu perjuangan para pejuang merebut sejengkal tanah dari penjajah pada waktu itu.

Dilahirkan di Salatiga 1932 silam, Edhi Sunarso tumbuh dan berkembang menjadi seorang maestro pematung yang diakui oleh banyak orang. Karyanya seolah hidup di berbagai jaman, mulai jaman Orde Lama, orde baru, dan era demokrasi sekarang ini. Lulusan dari Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia atau biasa dikenal dengan STTSRI/ASRI ini adalah tergolong mahasiswa yang pandai dan mudah menyerap ilmu di perkuliahan. Dengan kepandaiannya inilah, beliau dapat melanjutkan berkuliah lagi di Visva Bharati Rabindranath Tagore University di India. Dengan perpaduan kedua budaya antara Indonesia dan India ternyata membawa angin perubahan dalam memperkaya referensi beliau dalam karya seni patung-patungnya.

Kisah heroik Edhi selain menjadi pematung bersejarah di masa penjajahan ternyata juga menyimpan cerita heroik pada masa itu. Seorang darah seniman pada waktu itu juga harus terjun membela kedaulatan Nusantara ini dari penjajah. Alhasil Edhi Sunarso harus turun gunung menjadi seorang tentara sejak usia dini. Beliau tergabung dalam pasukan Samber Nyawa Divisi I dari Batalyon III dan Resimen V Siliwangi. Keberanian Edhi Sunarso memang tidak diragukan lagi, di usia dini beliau sudah bertugas menjadi pelempar granat kepada para penjajah yang masuk ke wilayahnya. Alhasil dengan keberanian dan kekacauan yang dibuatnya, Edhi Sunarso sudah tidak asing dengan penjara pada waktu itu. Sampai pada akhirnya dari keluar masuk penjara ini, Edhi bertemu seorang maestro seniman senior bernama Hendra Gunawan.  Dari pertemuan bersejarah inilah Edhi banyak berubah dan terpacu untuk menjadi seorang seniman besar.

Pertemuannya dengan Hendra Gunawan merubah 180 derjat kehidupan Edhi Sunarso, dari yang tadinya bakat seni hanya digunakan seperlunya hingga mengembangkan bakat seni menjadi sebuah produk yang bisa dinikmati banyak khalayak. Sejak diperkenalkan ke lingkungan seniman oleh Hendra Gunawan, Edhi Sunaro mulai terkenal dan mempunyai banyak teman seprofesi. Selain keakrabannya dengan berbagai seniman yang ada, Edhi Sunarso juga senang ikut sayembara patung dan akhirnya memenangkan beberapa sayembara tersebut. Yang fenomenal adalah menjadi pemenang kedua Lomba Patung Seduania di London dan sayembara Karya Seni Patung Terbaik di India di dua tahun berturut-turut.

Karya-karya yang dinilai sangat historis dan melambungkan nama Edhi Sunarso adalah Monumen Pembebasan Irian barat, Monumen Selamat Datang Jakarta, Monumen Dirgantara, Monumen Yos Sudarso, Monumen Panglima Besar Sudirman, dan beberapa karya lainnya. Tidak hanya itu saja Edhi Sunarso juga menyandang sebagai seniman diorama pertama di Indonesia pada waktu itu. Beberapa karyanya adalah Diorama Sejarah Monumen Nasional Jakarta, Diorama Museum Lubang Buaya, Diorama Jogja Kembali, Diorama Tugu Pahlawan 10 November, Diorama Museum Benteng Vrederburgh.

Tidak terhitung sudah berapa patung dan diorama yang beliau kerjakan hingga kini, yang jelas karya beliau akan tetap mewarnai kehidupan kita semua dengan refleksi historis masa penjajahan yang kelam. Belajar dari sejarah dan mulai belajar menata kehidupan yang baru. Edhi Sunarso hanya ingin putra putri Bangsa Negara ini selalu ingat jasa-jasa para pahlawan yang gugur di medan perang dan bisa meneladani semua pengorbanannya. Semoga bografi ini bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!