Don Antonio Blanco

Written by Aditya Tri Hutama Posted 29th August 2014, 3:08pm
Rate this article 

Jebolan National Academy Of Art di New York ini adalah seorang seniman besar dunia yang menyukai aliran seni lukis dengan obyek tubuh manusia. Don Antonio Blanco menyukai obyek-obyek tubuh manusia wanita yang digunakan sebagai obyek dari lukisan yang dibuatnya. Keanehan pemilihan subyek tubuh manusia inilah yang menjadikan Antonio Blanco terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Karya-karya artistiknya yang menjadikan obyek tubuh wanita banyak disukai oleh kolektor dan penikmat seni. Semenjak tamat kuliah Antonio Blanco selalu ingin berpetualang berkeliling dunia mencari tempat yang sesuai dengan imajinasinya. Ketenangan dan kedamaian adalah tempat kesuakaannya.

Sang Maestro ini memulai petualangan pertamanya ke Pulau Hawai, Jepang dan Kamboja. Dari ketiga tempat petualangan tersebut ternyata Antonio Blanco tidak mendapatkan tempat yang ia impikan, sampai pada akhirnya Antonio Blanco membaca sebuah buku berjudul The Island Of Bali karangan Miguel Covarrubias. Dari buku inilah Antonio Blanco seolah tersihir dengan pemandangan yang ada di Pulau Dewata, dan pada akhirnya pada tahun 1952 Don Anonio Blanco membulatkan tekat untuk berlayar ke Pulau Bali dan berlabuh di Singaraja.

Setelah pendaratan pertama di Pulau Bali tersebut ternyata Antonio Blanco masih belum puas pula dengan apa yang ada di imajinasi dan buku yang ia baca (The Island Of Bali). Dalam benaknya berkecamuk bahwa Bali tidak semenawan apa yang ada di buku. Masih di Pulau Bali Antonio Blanco terus melanjutkan penelusurannya hingga sampai di daerah Ubud Bali. Dari tempat inilah Sang Maestro menemukan tempat yang diimpi-impikan selama ini. Melihat daerah ubud yang asri dan sejuk membuat Antonio Blanco jatuh hati dan menetap di Desa Ubud ini.

Sejak datang ke Ubud maestro berkebangsaan Spanyol ini tidak henti-hentinya selalu memuji kawasan Ubud adalah tempat yang tenteram dan penuh makna. Kental dengan adat istiadat dan ritus kebudayaan Agama Hindu yang kental. Keseharian dari Antonio Blanco sangatlah berwarna dari hari ke hari, selalu berinteraksi dengan masyarakat Ubud dan kalangan istana beliau banyak mendapatkan ilmu mengenai kehidupan masyarakat Bali pada umumnya. Berbagai hal beliau lakukan untuk mengisi hari-hari pertamanya di Ubud, menyaksikan berbagai kesenian khas Ubud dan pergi melihat pemandangan alam Desa Ubud adalah kegemaran yang disukai oleh Blanco ini. Sanpai pada suatu ketika Raja Tjokorda Gede Agung Sukawati mengajak Antonio Blanco untuk menyusuri perbukitan dan menikmati ketenangan yang ada.

Dan sepulang dari perjalanan tersebut, Raja Puri Saren Ubud memberikan tanah untuk Sang Maestro ini tanah untuk tempat tinggal dan membangun sanggar seni di Desa Seni Ubud.Dari gubuk dan sanggar seni pemberian Raja itulah, Antonio Blanco memulai perjalanan seninya kembali hingga ajal menjemput Sang Maestro untuk selama-lamanya. Dan pada saat ini Sanggar Seni Antonio Blanco inilah cikal bakal Museum Antonio Blanco di Ubud.



Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!