Basuki

Written by Aditya Tri Hutama Posted 20th August 2014, 11:35am
Rate this article 

Terlahir dari orangtua yang berkarir sebagai seniman, membuat Agus Basuki Bin Suwito atau yang dikenal sebagai Basuki ini memiliki segudang bakat seni. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 5 Maret 1956 ini adalah seorang pelawak Indonesia yang terkenal. Masa kecilnya ia lewati di Semarang. Pete alias Suwito adalah ayah Basuki yang merupakan seorang mantan Anggota Srimulat. Pete adalah seorang seniman handal, bakatnya ia turunkan kepada anaknya Basuki. Orang-orang sering menyebut mereka serupa tapi tak sama. Mereka memiliki hubungan darah sebagai ayah dan anak. Suatu hal yang unik dimana pada awalnya mereka berdua dilibati dalam kancah wayang orang, khususnya Wayang Orang (W.O.) Sri Wanito Semarang. Disana, keduanya sering mendapatkan peran bersama sebagai anggota punakawan Gareng.

Keserupaan yang lain, sudah pasti adalah keterampilan tari mereka. Tidak hanya berperan sebagai wayang orang, ayah dan anak ini juga penari yang handal. Ditambah dengan keluwesan ibu Basuki yang penari di Sriwedari Surakarta, membuat Basuki pintar menari sejak kecil sehingga ia memiliki tubuh yang lentur dan lemah gemulai saat menari. Kelenturan dan keluwesan tubuhnya salah satunya ditampilkan dengan tambahan narasi Wes-ewes-ewes pada iklan salah satu perusahaan jamu. Selain itu, Basuki juga memiliki suara yang merdu bersinden. Maka tidak salah, jika pelawak ini disebut sebagai seniman yang sangat berbakat.

Sebagai seniman yang terus belajar, Basuki mengidolakan bapaknya sendiri dan almarhum Benyamin S yang menjadi inspiratornya. Setelah berkarier di W.O. Sri Wanito, Basuki mencoba bergabung pada Srimulat, suatu perkumpulan lawak yang kemudian menjadi salah satu acara lawak televisi ternama. Melalui proses belajar dan penyesuaian beberapa lama, akhirnya ia diterima di Srimulat. Mulai dari tahun 1981 sampai 1986 Basuki pun mengembangkan karier di gudang para pelawak itu. Bergabungnya Basuki di Srimulat, membuat namanya semakin dikenal masyarakat khususnya para penikmat lawak perkumpulan ini. Setelah keluar dari Srimulat, ia pernah membentuk grup Merdeka bersama Kadir, Timbul, Nurbuat, dan Rohana. Ini merupakan pembuktian dimana ia dan keempat temannya ingin lebih mandiri dengan mencoba peruntungan membuat grup lawak sendiri walaupun kemudian tidak bertahan lama. Tiga orang yang tertinggal yaitu Basuki, Kadir, dan Timbul lalu membangun Batik Grup tetapi  ternyata juga hanya bertahan selama tiga tahun saja.

Pada tahun 1992, Tino Karno menyampaikan tawaran Rano Karno pada Basuki untuk mendukung serial Si Doel Anak Sekolahan sebagai tokoh bernama Karyo. Berawal sebagai bintang tamu hanya untuk dua hingga tiga episode dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan I, akhirnya pada Si Doel III dan IV ia dipercaya sebagai pemain tetap. Karirnya dalam sinetron ternama ini membuat Basuki semakin dikenal masyarakat dan karirnya semakin melonjak dengan membintangi beberapa sinetron dan tampil di iklan-iklan komersial. Pada tanggal 12 Desember 2007, dunia hiburan khususnya lawak dikejutkan oleh meninggalnya Basuki yang mendadak saat bermain futsal bersama teman-temannya.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!