Tradisi Pemburu Paus di Desa Lamarela

source:http://www.sayangi.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 12th February 2015, 1:23pm
Rate this article 

Desa Lamalera atau yang biasa dikenal dengan desa para pemburu paus adalah desa wisata yang ada di Kabupaten Pulau Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di Desa Lamalera ini Anda bisa menyaksikan kearifan lokal suku asli Lamalera yang hidup sebagai warga pesisir. Dengan mata pencaharian sebagai nelayan, warga Desa Lamalera hidup berdampingan dengan apa saja yang ada di laut. Tidak terkecuali juga dengan ikan paus pemburu yang ada di laut sekitar desa ini. Predikat yang disandang oleh para pemburu paus yang ada di desa ini bukanlah isapan jempol belaka, menurut seorang peneliti dari sebuah universitas (Oxford) pernah dituliskan betapa dasyatnya keberanian para warga masyarakat Lamalera ini. Pada penelitian yang ditulisnya dengan judul "Sea Hunters Of Indonesia”yang ditulis pada tahun 1996 dibenarkan bahwa penduduk desa ini sudah sejak lama melakukan tradisi nenek moyang memburu paus, tercatat sudah abad ke-17.

Menurut artinya Lamalera berarti cakram matahari, ini berasal dari bahasa lokal masyarakat Desa Lamalera. Menurut Suku Lamaholot yang menjadi nenek moyang masyarakat Lamalera kebiasaan ini sudah dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Dengan total 15 klan jenis keluarga yang ada di suku ini menjadikan tradisi ini terus bisa dinikmati sampai saat ini. Dari setiap keluarga mempunyai tradisi yang sama baik dari rumah adat, kebiasaan sehari-hari, rumah perahu hingga persenjataan untuk berburu paus di lepas pantai.

Perburuan paus yang biasa dilakukan biasanya terdiri dari sekelompok rombongan masyarakat Lamalera dan seorang Lamafa atau juru tikam paus. Juru tikam ini bertugas memandu rombongan para pendayung yang ada menuju lepas pantai menuju tengah laut. Rombongan yang ada di belakang para juru tikam akan terus menerus meneriaki si paus agar keluar dari dalam air dengan menyerukan Baleo, Baleo yang menjadi pertanda bahwa paus akan muncul ke permukaan. Ketika paus-paus menampakkan diri juru tikam akan meluncurkan peledang atau semacam senjata untuk melemahkan si paus. Berkali-kali peledang akan ditancapkan di tubuh vital paus tersebut hingga paus tersebut kehabisan darah dan mati.

Wisata perburuan paus ini dapat disaksikan atau ditemui pada bulan-bulan khusus saja, yakni pada bulan Mei dan Oktober. Dengan anemo turis asing dan domestik yang hadir ke Desa Lamalera ini, Anda wajib bersiap-siap jauh-jauh hari untuk berkunjung ke Desa ini. Jika sedang berwisata ke Kabupaten Pulau Lembata sempatkanlah untuk singgah ke Desa Lamalera, desa para pemburu paus!

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!