Piso Gaja Dompak - Pusaka Orang Batak Yang Sakral

source:artshop107.com
source:artshop107.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 5th January 2015, 11:47am
Rate this article 

Senjata tradisonal yang satu ini cukup terkenal dan sangat populer di kalangan Suku Batak. Piso Gaja Dompak namanya, senjata tradisonal yang berasal dari Sumatera Utara ini dijadikan senjata sakral Kerajaan Batak. Senjata ini sangat lekat dengan perjalanan Kerajaan Batak dari dulu hingga kini. Tidak sembarang orang bisa mempunyai senjata Piso Gaja Dompak ini, hanya kalangan Raja-raja Batak dan Pangeran saja yang mempunyai. Dengan kesan eksklusif itulah kesakralan dari senjata ini benar-benar nyata.

Beberapa dari peninggalan Piso Gaja Dompak ini dikultuskan sebagai benda yang mempunyai kekuatan spiritual. Ini semua tidak lepas dari fungsi senjata itu sendiri yang dijadikan sebagai senjata untuk melukai musuh yang menyerang. Dengan seiring waktu senjata ini memberikan kekuatan tersendiri kepada pemilikinya. Secara harfiah, Piso Gaja Dompak dapat diartikan sebagai sebuah senjata/pisau yang digunakan untuk membunuh atau menusuk dengan bentuk yang runcing dan tajam. Kata Gaja Dompak sendiri berarti sebuah ukiran khas Suku Batak berbentuk Gajah yang bertengger di tangkai senjata.

Sejarah dari Piso Gaja Dompak ini tidak lepas dari andil Raja Sisingamaraja pertama yang memimpin daerah tersebut. Sejarah ini dipegang oleh Suku Batak asli yang percaya bahwa mitos dan sejarah dari Piso Gaja Dompak ini terbentuk dari peran dan makna historis dari seorang Raja Sisingamaraja. Awal cerita bermula dari sebuah kisah tentang sesorang bernama Manghuntal. Manghuntal sendiri adalah anak dari putra bungsu Raja Sinabela. Manghuntal lahir dan dibesarkan oleh sepasang suami istri dari keluarga Raja. Setelah beranjak dewasa banyak ditemukan keanehan pada Manghuntal ini.

Keanehan-keanehan yang terjadi ini melebihi anak seumurannya dan ini menjadi keheranan oleh Bapaknya. Dengan tingkah anaknya yang pandai dan sakti, bapaknya ingat bahwa pada waktu istrinya hamil pernah dimimpikan bahwa bayi yang dikandung istrinya tersebut adalah titisan Roh Bathara Guru. Usut punya usut ternyata kebenaran mimpi tersebut terjadi. Untuk menguji kebenaran tersebut, Si Manghuntal disuruh untuk melakukan pengakuan kepada Raja Mahasakti yang bernama Raja Uti.
Pada saat pengakuan itulah kesaktian Si Manghuntal diuji dan dinyatakan berhasil. Sebagai hadiahnya Si Manghuntal diberi seekor gajah putih dan dua buah pusaka. Yang satunya adalah Piso Gaja Dompak dan sebuah Tombak Hujur Siringis. Konon ceritanya pada waktu itu Si Manghuntal adalah satu-satunya orang yang bisa membuka pisau dari pembungkusnya. Nah, dari beberapa pengakuan tersebut maka tidak salah jika Si Manghuntal benar-benar menjadi Raja Sisingamaraja I. Dari berbagai cerita dan makna filosofisnya tersebut, Piso Gaja Dompak banyak sekali memuat simbol-simbol khusus yang bermakna untuk para masyarakat di Suku Batak.

Salah satu makna tersirat yang ada pada senjata Piso Gaja Dompak ini adalah ketajaman berpikir disertai dengan kecerdasan intelektual. Pisau yang tajam dimaknakan sebagai sebuah pengambilan keputusan yang cepat dan jeli melihat permasalahn yang ada. Dan kesemuanya itu diakhiri dengan tindakan untuk menyelesaikannya dengan cara yang bijak. Berkat simbol dari Piso Gaja Dompak inilah masyarakat Batak menjadi terarah menjadi seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan yang benar-benar bisa adil dalam melihat sebuah permasalahan dan bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!