Meriahnya Ritual Hari Berkabung Tabot Di Bengkulu

source:ensiklopediaindonesia.com
source:yohana123.blogspot.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 26th February 2015, 12:31pm
Rate this article 

Upacara Tabot sudah sangat familiar dengan masyarakat Bengkulu dan sekitarnya. Upacara yang akhir-akhir ini dijadikan festival khusus di wilayah Bengkulu tersebut sudah sangat akrab dengan keseharian warga di daerah tersebut. Alkisah, perayaan Tabot dimulai ketika orang-orang India datang ke Bengkulu di tahun 1685. Orang-orang India ini datang dengan seorang pemuka agama pada waktu itu yang bernama Syeh Berhanudin atau biasa akrab dipanggil dengan Imam Senggolo. Ulama inilah yang menjadikan Tabot akrab dengan masyarakat Bengkulu hingga saat ini. Ulama Syiah Imam Senggolo menjadikan acara Tabot ini untuk memperingati hari berkabungnya Syaid Agung Husien Bin Ali Bin Abi Thalib yang meninggal. Diberitahukan juga bahwa Syaid Agung Husien ini adalah cucu dari Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

Atas hari berkabungnya cucu Nabi Muhammad SAW tersebut, Imam Senggolo berinisiatif untuk melakukan upacara untuk memperingati hari berkabung tersebut agar masyarakat di Bengkulu tidak lupa dengan cucu Nabi yang meninggal tersebut. Sebenarnya esensi awal dari upacara Tabot ini adalah untuk mengenang usaha dan upaya Imam Senggolo dan kaum Syiahnya yang berusaha untuk mengumpulkan jenazah dari Syaid Husien untuk dipindahkan di Padang Karbala. Prosesi  pengumpulan dan pemindahan jenazah ini dulunya berlangsung lama, kira-kira 10 hari dibutuhkan untuk melakukan proses upacara adat ini. Tertanggal mulai 1 Muharram hingga 10 Muharram.

pacara Tabot ini dilakukan dengan beberapa tahap inti diantaranya prosesi mengambil tanah, duduk penja, meradai, merajang, atak penja, arak serban, gam dan arak gendang serta tabot terbuang. Dulunya upacara ini dilakukan memang untuk prosesi pemindahan jenazah Syaid Husien tetapi seiring dengan kerbembangnya jaman, upacara Tabot saat ini sudah bergeser menjadi acara seremonial sarat makna. Di setiap tahunnya acara Tabot masuk agenda wajib dari Pemerintah Bengkulu untuk menarik wisatawan untuk hadir dan merasakan atmosfir upacara sakral ini.

Prosesi ritual Tabot dimulai dengan proses pengambilan tanah di malam 1 Muharram tepat pukul 22.00 WIB, tanah yang diambil ini adalah tanah sakral yang hanya diambil di tempat yang dikeramatkan dan mengandung unsur-unsur magis tertentu. Setelah proses ini, di tanggal 5 Muharram diadakan upacara bersih-bersih benda keramat yang terbuat dari kuningan dan perak. Pada prosesi Penja ini semua benda keramat akan dibasuh dengan air limau /jeruk agar kesan keramatnya tetap terjaga. Di tanggal 6 Muharramnya dilakukan acara lanjutan yakni pengumpulan dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan prosesi upacara puncak.

Prosesi masih berlanjut kembali di tanggal 7 Muharram, dimana di tanggal ini dilakukan kunjungan dengan kelompok lain untuk bertanding musik (bertanding dal). Setelah majara selesai dilakukan, maka menginjak pula prosesi selanjutnya di tanggal 8 Muharram untuk melakukan arak penja (arak-arakan awalan) dengan berjalan kaki dengan rute yang sudah disiapkan. Setelah puas dengan arak-arakan awal maka dilakukan awak-arakan lanjutan di tanggal 9 Muharram dengan membawa benda-benda keramat yang sudah disucikan.

Prosesi berjalan terus hingga tanggal 10 Muharram dengan melakukan proses arak-arakan akbar yang dilepas Gubenur Bengkulu. Nantinya arak-arakan ini akan terhenti di sebuah makam nenek moyang upacra Tabot ini yakni Imam Senggolo. Dengan sampainya arak-arakan akbar ini di makam Imam Senggolo maka berakhir pula lah acara adat Tabot ini berlangsung.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!