Kujang - Senjata Sakti Para Bangsawan

source:gopixpic.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 30th January 2015, 1:43pm
Rate this article 

Kujang adalah sebuah senjata khas daerah Jawa Barat. Dengan bentuk yang unik dan bergerigi menjadikan senjata ini mudah dikenali dan mudah diingat. Senjata daerah Jawa Barat ini sudah diperkenalkan semenjak abad ke 8 - ke 9 dan biasa terbuat dari campuran besi, baja dan bahan pamor. Dengan panjang ideal kurang lebih 20-25 cm, kujang terlihat kokoh dan gagah ketika dipegang dan dibawa. Menurut ahli sejarah, Kujang melambangkan refleksi kejataman dan daya kritis dalam mengarungi beratnya kehidupan. Refleksi yang dimaksud oleh para ahli sejarah adalah perwujudan keberanian dan kekuatan dalam melindungi hak dan kebenaran dalam setiap roda kehidupan bermasyarakat.

Menjadi sebuah ciri khas paten dalam sebuah daerah menjadikan Kujang memiliki arti khusus dalam masyarakat Sunda pada umumnya. Kujang tempo dulu adalah sebuah senjata yang digunakan kaum petani yang merepresentasikan budaya pertanian yang adi luhung di daerah Sunda pada masa lalu. Seiring berkembangnya kehidupan bermasyarakat di daerah Sunda, Kujang beralih fungsi menjadi sebuah senjata yang berkarakter dan memiliki jiwa di dalamnya. Peralihan fungsi dari senjata yang digunakan petani menjadi senjata para bangsawan menjadikan kujang mempunyai kekuatan sakral dan magis setelah peralihan itu berlangsung.

Nilai-nilai kesakralan Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat pertama kali muncul dalam sejarah Kerajaan Padjadjaran yang pada saat itu sedang naik daun menjadi kerajaan hebat di daerah Sunda. Sejak diperkenalkan di dalam kerajaan itulah Kujang beralih fungsi menjadi senjata para bangsawan kerajaan dan dijadikan senjata yang sakti untuk melawan musuh. Bentuk dan model dari kujang di jaman ini juga mengalami perubahan drastis, bentuk kujang pada masa ini berbentuk menyerupai Pulau Jawa (Djawa Dwipa). Dan bentuk yang menyerupai Pulau Jawa inilah yang biasa kita kenal hingga saat ini.

Transformasi bentuk dan penggunaan kujang ini terus berlangsung pada masa-masa berikutnya. Sampai pada akhirnya kujang terkategorikan menjadi beberapa fungsi penggunaan. Ada empat fungsi utama kujang yang dituturkan oleh Anis Djatisunda (996-2000) dalam Pantun Bogor. Empat fungsi tersebut antara lain : Kujang Pusaka yang digunakan sebagai lambang keagungan dan perlindungan masyarakat, Kujang Pakarang digunakan untuk berperang oleh para Bangsawan, Kujang Pangarak yang digunakan untuk alat upacara kerajaan, dan Kujang Pamangkas sebagai alat berladang.

Sedangkan menurut bentuknya Kujang juga dikategorikan menjadi 4 bentuk yakni Kujang Jago yang berbentuk ayam jantan, Kujang Ciung yang menyerupai Ciung, Kujang Badak yang menyerupai seekor badak, Kujang Naga berbentuk naga dan Kujang Bangkong yang menyerupai katak. Meski kujang memiliki bentuk yang beranekaragam tetapi fungsi dan kedudukannya tetaplah sama. Perlambang keberanian dan kekuatan dalam menjunjung tinggi kebenaran  tetap menjadi visi utama yang dibawa simbol Kujang dimanapun berada. Berbanggalah Anda-Anda yang merupakan putra daerah Sunda, jiwa dan darah Anda mengalir kekuatan dan keberanian layakanya Kujang yang selalu menjadi tameng untuk kebenaran.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!