Kain Tenun Donggala - Warisan Para Dewa Yang Masih Lestari

source:jamkumpul.blogspot.com
source:kriya-indonesia.blogspot.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 28th April 2015, 3:00pm
Rate this article 

Suku Donggala sejak dahulu kala memang terkenal dengan kain tenunnya yang sangat cantik dan luar biasa. Kain tenun tradisional yang melegenda ini sudah turun temurun dilestarikan oleh Suku Donggala sebagai bentuk apresiasi kepada nenek moyang nya yang dulu mengajari menenun hingga menghasilkan sebuah karya yang tidak ternilai harganya. Merunut cerita dari para pakar sejarah kain Tenun Donggala sudah ada lebih dahulu sebelum Suku Bugis bermigrasi ke Donggala pada masa itu. Keberadaan kain tenun yang sudah lama ini menjadikan karakternya muncul dari masa ke masa.

Masyarakat Suku Donggala memakai kelengkapan pakaian ini untuk upacara-upacara adat suku yang ada di Donggala. Ada dua suku yang mendiami wilayah ini yakni Suku Kaili dan Suku Pamona. Di setiap acara adat kain tenun Donggala pasti muncul menjadi pakaian adat wajib yang harus dikenakan masyarakat adat. Menurut legenda para tetuah suku, kain tenun Donggala dulunya diajarkan oleh Sang Dewa Tomanurun. Sang Dewa sengaja turun ke Bumi untuk menyebarkan dan mengajarkan kebaikan dan kepandaian termasuk salah satunya kepandaian menenun.

Kegiatan menenun kain Donggala ini hanya boleh dilakukan oleh perempuan Donggala saja. Hal ini dilakukan agar para perempuan Donggala bisa menyibukkan diri selain mengurus rumah tangga. Pembagian tugas seperti ini sudah sangat bijak dikala sang ayah berjibaku dengan maut untuk mencari nafkah di tengah laut. Proses pekerjaan sang suami yang cukup lama di tengah laut menjadikan kejenuhan di benak para perempuan Donggala, nah dengan kegiatan menenun kain inilah semuanya berubah menjadi berwarna di kehidupan sehari-harinya.

Di setiap helai kain tenunnya perempuan Donggala akan menumpahkan semua kreatifitas dan rasa emosionalnya untuk membuat sebuah kain tenun yang cantik dan anggun. Perempuan Donggala menjadi cerdas dengan tidak hanya mencampurkan warna dan motif saja, mereka memasukkan makna-makna tersirat tentang filosofis, tata kehidupan dan adat istiadat yang berkembang di daerah ini. Selain itu kain tenun Donggala juga berperan sebagai perekam peristiwa sejarah yang ada pada perkembangan Suku Donggala dari masa ke masa. Setiap perkembangan adat yang berubah di Suku Donggala ini menjadikan roda kehidupan yang terlukis di setiap kain tenun Donggala yang dipakai masyarakat dalam kesehariannya.

Kain tenun Donggala biasa menggunakan motif-motif alam dalam setiap kain tenun yang menjadi pakaian adatnya. Yang menjadi khas adalah seperti motif-motif mawar, anyelir, bunga subi, dan tumbuhan-tumbuhan lain yang ada di sekitar kehidupan para penenun. Karakteristik lain yang menjadi khas dari kain tenun ini adalah warna yang dipakai dalam setiap kain tenunnya adalah berwarna tua atau menjurus ke gelap. Bisa dilihat warna dominan dalam setiap kain tenunnya adalah warna cokelat, merah tua, biru tua.

Menyoal keindahan dan keanggunan sudah tidak terpatahkan lagi, jika Anda tertarik untuk memiliki kain tenun ini rogohlah dompet Anda dengan nominal yang cukup murah. Hanya Rp.400.000 saja dengan panjang kain tenun 2,5 meter. Untuk kualitas sudah pasti sangat terjaga dan terjamin, dengan kearifan masyarakat Donggala yang santun dan masih menjunjung tinggi kejujuran kain Donggala dijamin akan awet dan warna tidak mudah luntur. Tertarik ingin membelinya, Ayo segeralah beli dan kreasikan gaun indah Anda dengan kain tenun khas Nusantara ini.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!