Badik Tumbuk Lado - Filosofi Bangsa Melayu Dalam Sebuah Senjata

source:kaskus.co.id
Written by Aditya Tri Hutama Posted 16th January 2015, 7:00pm
Rate this article 

Senjata tradisional yang berasal dari Kepulauan Riau ini cukup terkenal di kalangan masyarakat di Semenanjung Melayu. Senjata tradisional ini selalu melekat di pakaian-pakaian adat dari daerah Kepulauan Riau dan beberapa daerah Melayu di sekitarnya. Badik Tumbuk Lado adalah nama yang biasa dikenal oleh sebagian masyarakat Melayu pada umumnya. Merujuk artinya, Badik diambil dari kata serapan masyarakat Bugis yang artinya adalah senjata. Sedangkan Tumbuk Lado adalah sebuah bahasa Melayu yang berarti Tumbuk Lada.Bisa diartikan secara harfiah bahwa senjata tradisional ini biasa digunakan untuk mendukung kehidupan masyarakat Melayu di setiap harinya. Senjata khas Kepulauan Riau ini sangat persis dengan senjata tradisional dari Negara tetangga Malaysia.

Kemiripan ini bukanlah kemiripan yang disengaja, tetapi lebih kepada segi historis Bangsa Melayu yang masih mempunyai keterikatan budaya dan adat istiadatnya. Dari segi historis inilah berbagai macam hal mempunyai kemiripan yang tidak terlalu jauh. Senjata ini memiliki karakteristik berukuran tidak lebih dari 29 cm dan hanya mempunyai lebar 4 cm saja.

Menurut sejarahnya, Badik Tumbuk Lado ini dulunya diciptakan dan akan digunakan untuk keperluan berburu dan mempertahankan diri dari serangan musuh ataupun binatang. Seiring berkembangnya jaman senjata inipun beralih fungsi menjadi sebuah senjata yang memiliki fungsi estetis. Beralihnya fungsi dan penggunaan Badik Tumbuk Lado ini juga dipengaruhi oleh efek modernisasi dan perkembangan sistem persenjataan modern yang digunakan oleh bangsa Melayu pada umumnya. Badik Tumbuk Lado sudah beralih fungsi sebagai senjata pelengkap baju-baju adat khas Melayu pada saat ini.

Disetiap kesempatan acara-acara resmi Bangsa Melayu, Badik Tumbuk Lado selalu mewarnai pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Kepulauan Riau. Tidak hanya sebagai pelengkap saja, nilai historis dari keberadaan senjata ini juga mendukung perlambangan dari kegagahan dan keperkasaan para pria Melayu. Tidak banyak berbeda dari senjata di tanah Jawa Keris, Badik Tumbuk Lado juga menjadi arti filosofis yang kental dengan nilai budaya dan persimbolan. Menjadi sebuah pusaka yang melegenda dan menjadi pelengkap resmi disetiap agenda resmi adat adalah sebuah bentuk apresiasi tertinggi terhadap nilai budaya lokal yang harus tetap dilestarikan oleh generasi penerus kita.

Budaya lokal harus tetap terjaga agar anak cucu kita bisa mengerti apa arti sebuah nilai historis Bangsa Melayu dari sebuah senjata tradisional. Perlu diingat juga oleh pembaca sekalian Badik Tumbuk Lado bukan hanya simbol di perkawinan-perkawinan Bangsa Melayu saja, jika kita berpikir lebih dalam Badik Tumbuk Lado juga menjadi sebuah alat pemersatu suku dan Bangsa yang ada di Melayu.

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!