Asyiknya Mandi Air Jeruk Rame Rame Di Pelalawan

source:adetriaputra.blogspot.com
source:sosbud.kompasiana.com
Written by Aditya Tri Hutama Posted 4th November 2014, 11:35am
Rate this article 

Tradisi nenek moyang dan adat istiadat di bumi Nusantara ini memang masih kental dan mendarah daging di kalangan masyarakat Indonesia, lebih-lebih mereka yang masih bernaung di desa adat di wilayahnya masing-masing. Dengan kekayaan adat dan tradisi inilah seharusnya masyarakat Indonesia patut berbangga dengan kekayaan yang dimilikinya. Dengan selalu melestarikan kebudayaan yang ada di daerah tersebut niscaya tradisi nenek moyang tidak akan punah tergerus arus perpindahan jaman yang kian datang semakin kencang. Begitu pula yang masih dilestarikan oleh masyarakat Pelalawan Provinsi Riau, masyarakat disini masih melestarikan tradisi nenek moyang mereka dengan melakukan tradisi mandi air jeruk ketika bulan puasa datang.

Di desa ini masyarakat rutin untuk melakukan tradisi yang sudah digariskan secara turun temurun ini, sebagai bentuk rasa syukur dan untuk mensucikan raga dan batin untuk menyongsong ibadah puasa yang esok harinya akan dilaksanakan oleh warga. Mandi jeruk ini dikenal oleh warga Pelalawan dengan sebutan Mandi Balimau Kasai, yang berarti mandi yang dicampur jeruk atau limau. Menurut tetuah adat yang menaungi desa adat ini, Mandi Balimau sendiri memiliki makna lahiriah untuk membersihkan batin dari sifat-sifat tidak terpuji seperti iri dengki dan dendam terhadap sesama warga desa. Oleh karenanya dengan tradisi ini tetuah adat juga memaknai Mandi Balimau ini sebagai bentuk ajang refleksi bersama terhadap kesalahan yang sudah dilakukan.

Menurut cerita lampaunya, Mandi Balimau ini sudah dilakukan semenjak sudah adanya Raja Pelalawan pada waktu itu, kebiasaan raja inilah yang turun temurun diamalkan oleh segenap warganya. Dan ternyata tradisi ini juga merembet ke daerah sekitar Pelalawan juga, di daerah Kampar masyarakat disana juga melakukan hal serupa untuk tujuan yang sama. Berbeda dengan Pelalawan, Balimau di Kampar terbentuk karena pertemuan dua tradisi agama yang berbeda dan menjadi satu bagian yakni Hindu dan Islam.

Anda bisa menyaksikan dan ikut mandi jeruk di Pelalawan ketika menjelang bulan puasa saja, tradisi ini tidak dilakukan di bulan selain Bulan Ramadhan. Seremoni acara mandi jeruk ini dilakukan dengan terlebih dahulu berziarah di makan tetuah adat dan alim ulama yang sudah meninggal dan baru setelah itu bersama-sama menuju tempat upacara. Sebelum kegiatan mandi dilakukan, pertama-tama tetuah adat akan melaksanakan upacara Togak Tonggol yang berarti upacara pembukaan dengan seremoni penancapan bendera adat di lokasi. Setelah upacara tersebut selesai barulah semua warga bisa masuk ke sungai untuk mandi bersama-sama.
Begitulah cerita dan kronologi tradisi lampau masyarakat Pelalawan yang masih lestari hingga kini.



 

Do you have a picture of this article? Share it from your Instagram!